Forum Jateng Media Summit (JMS) 2026 di Hotel Khas Semarang, Kamis (21/5/2026). (Dok. JMS 2026)
Editor In Chief Suara.com, Suwarjono mengatakan, model bisnis lama sudah usang akibat beban disrupsi teknologi, tuntutan efisiensi, dan tantangan keberlanjutan.
"Bahwa jurnalisme sekarang ini tidak bisa membiayai media, kalau dulu artikel berita bisa membiayai," kata Suwarjono.
Menurutnya, pembuat konten harus membangun ekosistem bisnis tersendiri untuk mencari pendanaan agar proses keredaksian tetap berjalan.
Senada dengan hal itu, Pemimpin Redaksi Solopos Media Group, Rini Yustiningsih membenarkan adanya tekanan finansial terhadap independensi redaksi.
"Di era sekarang memang benar sudah berbeda, kita nyari duit untuk kebutuhan jurnalistik. Poinnya adalah kepentingan media untuk membiayai gaji dan operasional," kata Rini. Ia mencontohkan langkah rotasi tim per tiga bulan agar seluruh sumber daya manusia bisa berkontribusi menghasilkan pendapatan tanpa melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Sementara itu, Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers, Dahlan Dahi mengingatkan, adanya pergeseran fundamental mesin pencari menjadi mesin penjawab (answer engine).
Praktisi Periklanan, Janoe Arijanto, menambahkan bahwa ekosistem paralel berbasis komunitas perlu dibangun.
"Karakter, komunitas, dan kepercayaan adalah fondasi media yang tidak mudah digantikan algoritma," ucap Janoe.