Jateng Raup PAD dari Sektor Transportasi Rp108 M, Terbanyak Bus Trans

- Trayek Semarang-Bawen sumbang kontribusi tertinggiPengoperasian Bus Trans Jateng yang berkontribusi tinggi ada pada trayek Semarang-Bawen lantaran melewati kawasan industri, sekolah dan keramaian umum. Sebab itulah, pihaknya sudah merancang untuk meremajakan armada Bus Trans Jateng jalur Semarang-Bawen yang punya usia di atas 10 tahun.
- Dishub rancang aglomerasi Trans Jateng yang terkoneksi dengan angkutan desaBus Trans Jateng selama ini melayani rute Semarang-Kendal, Semarang-Grobogan, Solo-Wonogiri, Solo-Sragen, Magelang-Purworejo. Pengembangan berikutnya tahun 2028 juga dim
Semarang, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperoleh raihan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor transportasi mencapai Rp108 miliar. Jumlah tersebut melebihi target awal 2025 yang dipatok Rp106 miliar.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Tengah, Arief Jatmiko mengungkapkan dari sekian miliar sumbangan PAD, kontribusi terbanyak berasal dari operasional Bus Trans Jateng.
Ia mengakui ada lonjakan pendapatan sekitar 8 persen ketimbang realisasi tahun sebelumnya.
"Target kemarin sudah bisa dilampaui Target awal Rp106 miliar, realisasi Rp108 miliar atau melebihi 8 persen.Yang paling tinggi dari Trans Jateng, Trans Jateng itu Rp34 miliar ya. Jadi memang gede," ungkap Arief kepada IDN Times, Selasa (6/1/2026).
1. Trayek Semarang-Bawen sumbang kontribusi tertinggi

Pengoperasian Bus Trans Jateng yang berkontribusi tinggi ada pada trayek Semarang-Bawen lantaran melewati kawasan industri, sekolah dan keramaian umum.
Sebab itulah, pihaknya sudah merancang untuk meremajakan armada Bus Trans Jateng jalur Semarang-Bawen yang punya usia di atas 10 tahun. "Kemungkinan koridor Semarang-Bawen. Ada 29 bus," bebernya.
2. Dishub rancang aglomerasi Trans Jateng yang terkoneksi dengan angkutan desa

Diluar itu, Bus Trans Jateng selama ini melayani rute Semarang-Kendal, Semarang-Grobogan, Solo-Wonogiri, Solo-Sragen, Magelang-Purworejo.
Pengembangan berikutnya tahun 2028 juga dimulai untuk trayek Magelang-Borobudur-Temanggung, Jepara Kudus-Pati dan Pekalongan-Batang.
Khusus trayek Magelang-Temanggung-Borobudur sementara ini belum dilakukan uji trayek. "Tapi Magelang-Borobudur-Temanggung sudah sosialisasi, ada pendekatan pendekatan, nantinya angkutan aglomerasi terkoneksi dengan Trans Jateng. Bentuknya kolaborasi dengan Bupati Temanggung sudah, dengan Walikota Magelang juga sudah," paparnya.
3. Pendapatan sewa terminal meningkat di Soloraya

Ia menyampaikan raihan PAD lainnya juga diperoleh dari pendapatan parkir kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat. Bahkan, jasa sewa kios terminal bus tipe B juga turut mengerek PAD Pemprov Jateng.
Lebih lanjut, ia memaparkan untuk pendapatan sewa los dan kios terminal di Soloraya meningkat signifikan lantaran bisa dimanfaatkan oleh pengelola terminal pada malam hari.
Tak jarang terminal B yang selesai beroperasi, di malam harinya beberapa kios disewakan untuk pedagang kuliner.
"Pendapatan di terminal yang meningkat signifikan di Soloraya. Karena di beberapa terminal, asetnya sudah dioptimalkan. Jadi orangnya istirahat, tapi asetnya malam untuk kegiatan ekonomi. Karena terminal tipe B (operasionalnya) sampai jam 18.00. Setelahnya dioptimalkan untuk kuliner, ada juga yang dimanfaatkan untuk pasar," tuturnya.
Raihan PAD lain juga didapat dari jasa sewa Gedung Wahana Graha di kompleks kantor Dishub Jateng Jalan Siliwangi Semarang. Terkadang banyak warga menyewa Gedung Wahana Graha untuk acara pernikahan dan hajatan sunatan.
"Di kantor Wahana Graha bisa dimanfaatkan sewa acara manten sama sunatan," akunya.

















