Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jual Beras Bulog 400 Ton, 104 Kopdes Jateng Raup Cuan Rp1,8 M
Tumpukan beras berbagai merek dijual di Kopdes Pendrikan Lor Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

  • Kopdes catatkan penjualan beras Bulog Rp1,8 miliar

  • Kopdes akan jadi suplier SPPG

  • Bulog juga dapat penugasan khusus pasarkan Minyakita

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Sebanyak 104 koperasi desa/kelurahan merah putih (KDKMP) wilayah Jawa Tengah telah menjual beras hasil serapan dari Bulog sebanyak 300-400 ton. 

Ratusan kopdes tesebut berdasarkan catatan dari Bulog Jawa Tengah, telah bermitra dengan menyalurkan beras kategori Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang bersumber dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP). 

“Kalau beras SPHP itu total yang sudah terdaftar ada 95. Rata-rata penyalurannya sekitar 300 sampai 400 ton melalui Kopdes Kelurahan Merah Putih,” ujar Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Jawa Tengah, Sri Muniati kepada wartawan, Selasa (3/2/2026). 

1. Kopdes catatkan penjualan beras Bulog Rp1,8 miliar

Seorang penarik sampah melewati depan bangunan Kopdes Pendrikan Lor Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Ia menyampaikan saat ini dari total 5.556 kopdes, tercatat yang sudah bermitra dengan Bulog Jateng ada 330 koperasi. Namun, yang sudah aktif bertransaksi menjual beras SPHP sekitar 104 kopdes. 

Lebih jauh lagi, Sri menyampaikan sekitar sebulan terakhir transaksi penjualan beras yang dibukukan oleh 104 kopdes senilai Rp1,8 miliar. 

"Total transaksi selama satu bulan ini Rp1,8 miliar,” ungkapnya. 

2. Kopdes akan jadi suplier SPPG

Ilustrasi beras SPHP (Foto: IDN Times)

Sri bilang kemitraan dengan kopdes berpeluang bisa berkembang karena kopdes akan menjadi supplier Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program MBG. 

“Kami dengar KKMP ini akan menjadi supplier Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program MBG. Dalam hal ini, Bulog siap bermitra,” paparnya. 

Dengan mengacu kinerjanya kopdes selama ini, katanya transaksi penjualan beras Bulog akan lebih banyak lagi karena masing-masing kopdes memperoleh permodalan koperasi. 

“Jumlah ini masih sangat kecil ya, karena mereka masih menghadapi persoalan modal kerja. Kami dengar ke depan akan ada dukungan, sehingga bisa lebih optimal,” tambahnya.

3. Bulog juga dapat penugasan khusus pasarkan Minyakita

Pimpinan Bulog Jateng Sri Muniati. (IDN Times/bt)

Bulog Jateng juga siap memasok berbagai komoditas lain ke kopdes antara lain beras komersial, gula pasir, serta minyak goreng, termasuk Minyakita.

“Produk Bulog itu beras SPHP dari cadangan beras pemerintah, beras komersial dan premium, kemudian gula pasir kemasan maupun karungan, serta minyak goreng, baik premium maupun Minyakita,” papar Sri Muniati.

Untuk Minyakita, Bulog mendapat penugasan khusus. Yakni memasarkan 35 persen dari kuota kebutuhan pasar dalam negeri. Selain Bulog, ada juga BUMN pangan lain seperti ID Food.

4. Kopdes paling banyak buka usaha laku pandai

Ilustrasi Koperasi Merah Putih di Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Terpisah, Kepala Diskon UMKM Jateng, Edy Soelistyo Bramiyanto menuturkan kopdes di Provinsi Jawa Tengah telah terbentuk dan berbadan hukum sebanyak 8.523 koperasi dengan kondisi 6.233 sudah operasional dan 2.289 dalam proses operasional.

"Gerai unit usaha lain masih menjadi sektor dominan sebanyak 6.165 kopdes didominasi pada sektor laku pandai Bank Jateng sejumlah 4.750, diikuti BRI Link, Agen 46, Pos Pay, sektor pertanian, perikanan, peternakan, jasa, perdagangan, dan elpiji," urainya. 

Sedangkan usaha kopdes lainnya yaitu sembako ada 545 koperasi, simpan pinjam 103 koperasi.

"Sementara unit usaha seperti cold storage gudang, apotek, klinik dan kendaraan logistik masih relatif kecil," tandasnya. 

Editorial Team