Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kabar Terbaru Banjir Pati: Status Tanggap Darurat Resmi Diperpanjang

Risma Ardhi Chandra (kanan), yang menjadi Wakil Bupati Pati resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati. (Dok. Pemkab Pati)
Risma Ardhi Chandra (kanan), yang menjadi Wakil Bupati Pati resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati. (Dok. Pemkab Pati)
Intinya sih...
  • Status tanggap darurat banjir dan tanah longsor di Pati diperpanjang hingga 6 Februari 2026 untuk memastikan pemulihan warga maksimal.
  • Sebanyak 51 desa masih membutuhkan perhatian intensif, BMKG memprediksi cuaca ekstrem, Korpri salurkan bantuan Rp100 juta untuk logistik masyarakat terdampak.
  • Pemkab Pati pertimbangkan relokasi warga di titik rawan banjir, harap sinergi dengan Pemprov Jateng untuk solusi infrastruktur yang lebih komprehensif.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pati, IDN Times – Meski jumlah wilayah terdampak mulai menyusut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor. Langkah ini diambil guna memastikan proses pemulihan warga di puluhan desa terdampak berjalan maksimal.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengumumkan bahwa status tanggap darurat tahap kedua resmi berlaku mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026.

"Perpanjangan ini dilakukan karena Kabupaten Pati masih terdampak banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah," tegas Chandra

Dari data awal yang menunjukkan lebih dari 100 desa terendam, saat ini kondisinya sudah jauh lebih baik. Namun, perjuangan belum usai karena masih ada sekitar 51 desa yang membutuhkan perhatian intensif.

BMKG masih memprediksi adanya cuaca ekstrem, sehingga status siaga tetap diberlakukan. Korpri telah menyalurkan bantuan sebesar Rp100 juta untuk membantu operasional logistik masyarakat terdampak.

Mengingat banjir di Pati kerap menjadi "bencana langganan" yang berulang setiap tahun, Chandra mulai melirik opsi penanganan jangka panjang.

Relokasi: Pemkab Pati mempertimbangkan penyediaan lahan baru bagi warga di titik rawan yang terus-menerus terkena dampak.

Dukungan Provinsi: Pemkab mengharapkan sinergi dengan Pemprov Jateng untuk menciptakan solusi infrastruktur yang lebih komprehensif.

Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan bahwa pihak provinsi sepenuhnya mendukung langkah diskresi Pemkab Pati. Menurutnya, penetapan status bencana memang merupakan otoritas pemerintah daerah yang paling paham kondisi di lapangan.

"Penetapan status tanggap darurat bencana itu bersifat kedaerahan. Pemerintah provinsi berada pada posisi mendukung dan memfasilitasi," ujar Sumarno. Ia juga mengingatkan para ASN di Pati untuk tetap menjaga kondisi kesehatan agar pelayanan publik tetap prima di tengah situasi krisis.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Ikapesta Expo 2026 Gairahkan MICE di Kota Semarang, Ada Efek Domino

25 Jan 2026, 23:01 WIBNews