Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kakek Ungkap Rencana GRO Pulang ke Sragen, Tak Disangka Datang Sudah Tak Bernyawa
Sejumlah siswa meletakkan bunga sebagai dukungan dan doa usai Aksi Usut Tuntas Kasus Penembakan Siswa di depan SMKN 4 Semarang, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (26/11/2024). (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)

 

  • Keluarga berharap kasus diusut secara tuntas dan transparan
  • Anggota polisi yang menembak korban dipolisikan atas pelanggaran hukum
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sragen, IDN Times - Meninggalnya GRO (17) Siswa SMKN 4 Semarang tak disangka-sangka sebelumnya oleh Siman (72) sang kakek. GRO bersama kedua rekannya sesama siswa SMKN 4 Semarang menjadi korban penembakan anggota Polrestabes Semarang pada minggu (24/11/2024) dinihari.

1. Jenazah GRO dimakamkan di Sragen

Kampung tempat kakek GRO di Sragen. (IDN Times/Bandot Arywono)

Ditemui di kediamannya di RT 1, RW 12, Padas Sine, Kabupaten Sragen sekitar 35 km dari Kota Surakarta, Siman mengaku mendengar cucunya tersebut meninggal dikabari oleh Andi Prabowo anak sulungnya yang juga ayah dari GRO. "Saya dikabari anak saya hari Minggu, dia juga minta izin kepada saya untuk bisa menguburkan jenazah cucu saya di sini," ucap Siman, Rabu (27/11/2024).

Minggu malam jenazah tiba di kampung halaman ayah GRO di Sragen, jenazah kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bangunrejo/Padas, Desa Saradan, Kecamatan Karangmalang, Sragen, sekitar pukul 20.00 WIB. 

2. Kakek ungkap GRO sosok pendiam yang gak neko-neko

Seorang wartawan mengambil gambar bunga-bunga yang diletakkan untuk dukungan dan doa kepada siswa yang meninggal dunia diduga akibat ditembak oknum polisi di depan SMKN 4 Semarang, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (26/11/2024). (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)

GRO menurut Siman tinggal di Semarang bersama keluarga sang ibu. Ibunda GRO sendiri menurutnya telah meninggal sejak tiga tahun lalu. "Selama ini dia tinggal di Semarang, kadang-kadang saja dia diajak ayahnya pulang ke sini, biasanya tiap libur sekolah," katanya. Bahkan menurut Siman libur sekolah pada Desember 2024 mendatang sang cucu bakal pulang ke Sragen.

"Kami tidak menyangka dia pulang ke sini sudah dalam keadaan tidak bernyawa," ucapnya. Ia mengenang sosok GRO sang cucu merupakan anak yang pendiam. Sosoknya menurut Siman merupakan anak yang gak neko-neko. "Dia anak yang baik, memang sifatnya pendiam," ucapnya. Siman mengaku tak tahu apakah cucunya tersebut terlibat tawuran seperti yang disampaikan oleh pihak kepolisian.

3. Minta penyebab meninggalnya GRO diusut secara transparan dan adil

Rumah kelurga GRO di Sragen. (IDN Times/Bandot Arywono)

Mesti begitu keluarga di Sragen tak menyangka di akhir hayatnya GRO harus mengalami nasib tragis tewas ditembak polisi. "Kami tidak menyangka ada kejadian seperti ini, kami merasa kehilangan," ucapnya.

Keluarga berharap penyebab meninggalnya GRO bisa diusut secara tuntas dan seadil-adilnya, mereka juga berharap penyelidikan bisa transparan tanpa ada yang ditutup-tutupi. "Agar kami keluarga juga tenang," katanya. Terkait pihak keluarga yang lapor ke Polda Jateng, Siman menyerahkan sepenuhnya kepada putranya dan keluarga di Semarang.

Di rumah sederhana kakeknya  keluarga GRO di Sragen setiap malam menggelar doa hingga hari ketujuh meninggalnya GRO. "Kami berharap kasus ini segera selesai, dan terungkap semuanya agar kami juga tenang," ucap Siman.

4. Keluarga korban penembakan lapor ke Polda Jateng

Kombes Pol Artanto, Kabid Humas Polda Jateng. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Keluarga GRO, siswa SMKN 4 Semarang, yang tewas ditembak polisi resmi melapor ke Polda Jawa Tengah."Sudah dilaporkan dan sudah diterima," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto.

Kasus penembakan siswa oleh anggota polisi tersebut akan ditangani setransparan mungkin berjalan dengan benar dan sesuai dengan fakta.

Menurut dia, anggota polisi berinisial R yang menembak korban dipolisikan atas pelanggaran Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

Editorial Team