Semarang, IDN Times - Sebanyak 12 kepala keluarga (KK) menjadi korban kebakaran di Asrama Polisi (Aspol) Semarang Utara, Sabtu (5/9/2026). Pemerintah Kota Semarang memastikan kebutuhan dasar para penghuni yang kehilangan tempat tinggal tersebut terpenuhi selama masa awal pemulihan.
Kebutuhan 12 KK Korban Kebakaran Aspol Semarang Dipastikan Terpenuhi

1. Pastikan kebutuhan dasar terpenuhi
Kebakaran terjadi di kawasan Jalan Letjen Suprapto, Sabtu (5/9/2026). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, tetapi para penghuni harus menghadapi kehilangan tempat tinggal dan kerugian materiil akibat kebakaran.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, penanganan warga terdampak menjadi perhatian utama setelah musibah terjadi.
“Musibah ini tentu membawa keprihatinan bagi kita semua. Yang paling penting saat ini adalah memastikan seluruh warga terdampak, terutama anak-anak, terpenuhi kebutuhan dasarnya,” ujarnya saat mengunjungi lokasi kebakaran, Minggu (6/9/2026).
Pemkot Semarang mengerahkan sejumlah organisasi perangkat daerah untuk membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak.
2. Kebutuhan anak-anak jadi perhatian
Dinas Sosial bersama Dinas Ketahanan Pangan, jajaran Kecamatan Semarang Utara, dan Kecamatan Semarang Tengah diminta menyalurkan bantuan secara terpadu.
Bantuan yang disiapkan meliputi konsumsi harian, beras, telur, sayur-mayur, paket sandang, hingga perlengkapan mandi.
Kebutuhan anak-anak juga menjadi perhatian. Pemkot menyiapkan asupan tambahan berupa susu, cokelat, dan roti kering untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi mereka selama masa pemulihan.
Penanganan warga terdampak turut mendapat dukungan dari Polrestabes Semarang melalui penyediaan peralatan dapur. LPMK setempat juga ikut membantu memenuhi kebutuhan para penghuni yang terdampak kebakaran.
3. Wali Kota pastikan warga tidak sendirian
Agustina menyampaikan, bantuan tersebut diberikan untuk membantu warga melewati masa awal setelah kehilangan tempat tinggal.
Menurut dia, penanganan tidak hanya membutuhkan peran pemerintah, tetapi juga dukungan berbagai pihak agar kebutuhan warga dapat segera terpenuhi.
“Kami hadir mendampingi warga sampai kondisi mereka kembali stabil. Bantuan dari berbagai pihak ini merupakan wujud gotong royong agar saudara-saudara kita di sini merasa tidak sendiri,” pungkasnya.
Curated For You
- Kebakaran Lahan Dekat Stasiun Tawang Semarang, Begini Kronologisnya06 Sep 2026, 20:45 WIB
- Lahan Kosong Bisa Picu Kebakaran di Semarang, Ini Penjelasan BPBD25 Aug 2026, 21:30 WIB