Untuk menyiasati kekeringan yang terjadi saat ini, banyak warga memilih mencari sumber mata air ke sejumlah tempat. Bahkan beberapa warga yang memakai air waduk untuk kebutuhan rumah tangganya.
"Ada ribuan warga yang kondisi desanya benar-benar telah mengering, bahkan saat ini mencari sumber mata air ke ladang sawah terdekat. Malahan ada yang menggunakan air dari waduk untuk kebutuhan memasak dan mandi. Ini terjadi karena kekeringan masih terjadi sampai saat ini. Puncaknya pada September. Beda dengan tahun lalu hanya sampai Agustus," akunya.
Pihaknya juga melibatkan BBWS Pemali-Juwana untuk membuatkan sumur bor di lima titik guna membantu warga mendapatkan sumber air bersih. "Beberapa titik ada yang berhasil memunculkan air bersih. Tapi ada juga yang gagal mengingat resapan tanahnya sudah tidak ada airnya," ujar Sanusi.