Banyumas, IDN Times - Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Banyumas mendapat sorotan khusus dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI dan Mabes TNI. Hasil pengawasan dan evaluasi (Wasev) menunjukkan kualitas bangunan koperasi di Banyumas justru melampaui spesifikasi teknis yang dipersyaratkan pemerintah.
Kelayakan Bangunan Koperasi Merah Putih di Banyumas Diawasi BPKP-TNI

1. Pengecekan langsung di lapangan
Temuan tersebut terungkap dalam kegiatan Wasev dan Bimbingan Teknis (Bimtek) pembangunan KDKMP wilayah Kodam IV/Diponegoro yang digelar di Korem 071/Wijayakusuma, Selasa (2/6/2026).
Direktur Pengawasan Bidang Pertahanan dan Keamanan BPKP RI, Setia Pria Husada, mengatakan, pengecekan langsung dilakukan untuk memastikan program strategis nasional itu berjalan sesuai tujuan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat desa.
“Pengawasan bukan untuk mencari kesalahan, tetapi memastikan setiap program berjalan sesuai tujuan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu kami melakukan pengecekan langsung ke lapangan agar kualitas pembangunan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Setia dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, program KDKMP harus dijaga akuntabilitasnya sejak tahap perencanaan hingga pemanfaatan. Pengawasan dilakukan agar setiap anggaran negara menghasilkan pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan.
2. Pembangunan KDKMP jadi perhatian
Dari sejumlah lokasi yang diperiksa, pembangunan KDKMP di wilayah Kodim Banyumas menjadi perhatian karena hasil konstruksinya dinilai melampaui standar dasar dalam petunjuk teknis.
Komandan Kodim Banyumas, Letkol Inf Edward Samosir, menilai capaian tersebut lahir dari kolaborasi kuat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, Forkopimda, TNI, dan masyarakat.
“Yang kami bangun bukan hanya gedungnya. Yang lebih penting adalah semangat kebersamaan seluruh elemen daerah. Ketika pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dan TNI bergerak bersama, hasilnya bisa melampaui target yang direncanakan,” kata Edward.
Partisipasi warga juga disebut menjadi faktor penting keberhasilan pembangunan. Keterlibatan masyarakat dalam penyediaan sumber daya lokal hingga percepatan pekerjaan membuat pembangunan berjalan lebih optimal.
3. Bangunan yang baik adalah modal awal
Sementara itu, Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Lukman Hakim menegaskan keberhasilan KDKMP tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata. Menurutnya, koperasi harus mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa dalam jangka panjang.
“Bangunan yang baik adalah modal awal. Namun tujuan akhirnya adalah bagaimana KDKMP mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi desa,” tegasnya.
Hasil evaluasi di Banyumas dinilai menjadi contoh bagaimana pengawasan ketat, kepemimpinan lapangan, dan budaya gotong royong dapat menghasilkan pembangunan yang tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga melampaui standar yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Banyumas menunjukkan bahwa pengawasan yang kuat dan semangat gotong royong dapat berjalan beriringan. Kami berharap model kolaborasi seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun Koperasi Merah Putih yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Setia.