Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Keracunan MBG Pati Karena Dapur SPPG Kotor: 48 Siswa Masih Opname 4 RS
Tiga siswi diinfus setelah mengeluh mual-mual usai makan MBG. (IDN Times/Dok P2P Dinkes Jateng)
  • Sebanyak 259 siswa dari tiga sekolah di Pati mengalami gejala keracunan MBG; 48 masih dirawat inap di empat rumah sakit, sementara 138 menjalani rawat jalan.
  • Keluhan muncul sejak malam setelah siswa mengonsumsi menu nasi bakar ayam suwir dan lauk pendamping, meliputi pusing, mual, muntah, nyeri perut, hingga diare.
  • Dinkes menelusuri penyebab melalui pemeriksaan epidemiologi dan uji laboratorium sampel makanan; dugaan sementara mengarah pada dapur serta penjamah makanan SPPG yang kurang higienis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
pukul 11.50

MBG tiba di MTs Negeri 3 Pati dan segera dibagikan kepada siswa untuk dikonsumsi.

sebelum pukul 12.00

Label makanan MBG menyatakan makanan harus dikonsumsi sebelum waktu tersebut.

malam hari

Siswa mulai mengalami pusing, mual, muntah, nyeri perut, dan diare setelah mengonsumsi MBG.

10 September 2026

Dinkes melaporkan 259 siswa mengalami gejala keracunan MBG, dengan 48 siswa menjalani rawat inap di empat rumah sakit.

untuk saat ini

Dinkes menyelesaikan pemeriksaan epidemiologi dan menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel lauk serta nasi ayam di Semarang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    259 siswa di Kabupaten Pati mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG); 48 siswa masih menjalani rawat inap.
  • Who?
    Siswa MTsN 3 Pati, SMPN 1 Gembong, dan MTs Manabul Ulum terdampak. Dinkes Jateng, Dinkes Pati, serta petugas SPPG melakukan pemeriksaan dan penanganan.
  • Where?
    Kasus terjadi di tiga sekolah di Kabupaten Pati. Pasien dirawat di RSUD Suwondo, RS Mitra Bangsa, RS KSH, dan RS Fastabig Sehat; sampel diuji di Labkesda Jateng, Semarang.
  • When?
    Pendataan per pukul 09.00 WIB mencatat 259 siswa bergejala. Keluhan mulai muncul pada malam hari setelah MBG tiba di MTsN 3 Pati sekitar pukul 11.50 WIB.
  • Why?
    Penyebab pasti masih menunggu hasil uji laboratorium. Dinkes menyatakan kondisi dapur SPPG, penjamah makanan yang kurang steril, serta peralatan yang jarang dibersihkan sedang menjadi perhatian pemeriksaan.
  • How?
    Siswa mengonsumsi nasi bakar ayam suwir kemangi beserta lauk, buah, dan kerupuk. Setelah muncul pusing, mual, muntah, nyeri perut, dan diare, mereka dirujuk rawat jalan atau rawat inap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Banyak siswa di Pati sakit setelah makan makanan MBG di sekolah. Mereka dari MTsN 3 Pati, SMPN 1 Gembong, dan MTsN Manabul Ulum. Ada 48 siswa masih dirawat di empat rumah sakit. Mereka mual, muntah, sakit perut, dan diare. Petugas sedang memeriksa makanan dan dapur yang diduga kotor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pati, IDN Times - Empat rumah sakit wilayah Kabupaten Pati menerima puluhan siswa yang mengalami keracunan MBG. Per hari ini sudah ada 48 siswa dari MTsN 3 Pati, SMPN 1 Gembong dan MTsN Manabul Ulum yang terpaksa menjalani rawat inap di tiga rumah sakit tersebut. 

Berdasarkan pendataan Dinkes Jateng dan Dinkes Pati per jam 09.00 WIB diketahui jumlah siswa-siswi yang mengalami gejala keracunan MBG sebanyak 259 orang. 

Rinciannya untuk rawat inap sebanyak 48 orang yakni di RSUD Suwondo 23 orang, RS Mitra Bangsa 12 orang, RS KSH 12 orang, RS Fastabig Sehat ada seorang.

Kemudian ada juga 138 siswa memilih rawat jalan dengan rujukan ke RS Suwondo, RS Mitra Bangsa dan Puskesmas Gembong.

Kabid P2P Dinkes Jateng Heri Purnomo mengakui jumlah siswa di Pati yang diopname memang masih banyak karena rata-rata mengalami mual, diare dan muntah-muntah.

"Yang rawat inap 48 siswa itu terbagi dari MTs 3 Pati, SMP Gembong sama MTs Manbaul Ulum," ujarnya kepada IDN Times, Kamis (10/9/2026).

Berdasarkan hasil assesment lanjutan dengan mengonfirmasi kepada siswa penerima manfaat MBG, saat kejadian keracunan, mereka disuguhi menu berupa nasi bakar ayam suwir kemangi dengan lauk kerung tempe, telur ceplok, selada dan timun, semangka dan kerupuk udang.

Kronologi yang diutarakan Dinkes Pati disebutkan bahwa sebelum keracunan terjadi, di MTs Negeri 3 Pati, MBG sampai di sekolah sekitar pukul 11.50 dengan keterangan label pada stiker dikonsumsi sebelum pukul 12.00. 

"Makanan didistribusikan ke siswa sesaat setelah MBG datang dan langsung dikonsumsi. Sebagian besar siswa mengaku makanan dihabiskan. Mulai malam hari muncul keluhan seperti pusing, mual, muntah, nyeri perut, hingga diare," ungkapnya.

Pihaknya kini sedang menyelesaikan kegiatan pemeriksaan epidemolgi (PE) untuk mengusut penyebab keracunan yang dialami ratusan siswa di tiga sekolah Kabupaten Pati.

"Kalau ada keracunan, umumnya yang terjadi di SPPG karena dapurnya kurang higienis. Terus SOP-nya sering dilewati," jelasnya.

Mengenai apakah peralatan petugas penjamah makanan dalam kondisi kotor, pihaknya juga membenarkan. 

"Ya Yang pasti juru penjamah makanannya kurang steril. Alat-alatnya pasti jarang dibersihkan. Tetapi untuk memastikan penyebab gangguan pencernaan pada siswa di Pati, kami sedang menunggu hasil uji laboratorium di Semarang," urainya.

Untuk saat ini sejumlah sampel lauk dan nasi ayam sudah dibawa ke Labkesda Jateng di Jalan Majapahit Semarang.

Di sisi lain pihaknya juga sidak ke SPPG untuk memberikan edukasi biar lebih teliti lagi dalam pemberian MBG. Utamanya mengecek tanggal ED makanan dan mengecek ulang keadaan atau kondisi makanan atau minuman yang sudah dikemas.

Curated For You

Editorial Team

Related Article