Seorang narapidana Lapas Kedungpane Semarang memamerkan batik buatannya dengan warga dominan cokelat tua serta bermotif ular naga. (IDN Times/Dok Humas Lapas Kedungpane Semarang)
Pelaksana Harian Kabid Giatja Lapas Kedungpane, Andreas Wisnu Saputro mengaku setiap batik yang dibuat para narapidana butuh waktu sampai sebulan. Panjang batiknya 1,1 meter dengan lebar kain 2,5 meter.
"Lamanya waktu pembuatan sendiri tergantung rumitnya model batik. Estimasinya untuk motif simpel jika dihitung dari nol sampai proses pengemasan kurang lebih tiga minggu. Jika motif batik sedikit agak kompleks seperti Batik Nusantara yang terdiri dari banyak motif sampai sebulan," ujar Andreas.
"Saya sangat bangga hasil kreasi dari anak didik kita, inovasi mereka banyak diminati oleh banyak kalangan, termasuk para tamu pejabat yang datang dari luar tak jarang membeli langsung karya mereka bahkan beberapa hari lalu karya mereka sempat mendapat kesempatan untuk ditampilkan di pameran internasional," sambungnya.
Pameran yang dimaksud Andreas ialah ajang AALCO Ke-61 yang dihelat di Bali. Batik karya Lapas Kedungpane bercorak warak dan Srikandi dibeli salah satu peserta AALCO.