Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Lhadalah! Gak Hujan 60 Hari, 2 Kabupaten di Jateng Siaga Kekeringan
Ilustrasi lahan pertanian terdampak bencana kekeringan.(IDN Times/Ruhaili)

Semarang, IDN Times - Stasiun BMKG Klimatologi Kelas I Semarang menyebutkan Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Klaten perlu bersiaga menghadapi potensi kekeringan lantaran sejak dua bulan terakhir tidak pernah diguyur hujan. 

Berdasarkan pengamatan citra satelit BMKG, wilayah Klaten dan Purworejo tidak diguyur hujan selama 30-60 hari atau sejak Mei kemarin. 

"Status siaga ditetapkan bagi wilayah Kabupaten Purworejo dan Klaten karena di dua daerah tersebut kondisi hari tanpa hujan terjadi selama 30 hari hingga 60 hari," kata Sukasno, Kepala Stasiun BMKG Klimatologi Semarang saat dikontak IDN Times, Jumat (12/7/2024). 

1. Para petani diminta rutin cek info BMKG

Ilustrasi warga membeli air bersih karena kekeringan. (IDN Times/Asrhawi Muin)

Sukasno menuturkan cuaca yang sangat kering saat ini berdampak terhadap lahan pertanian di dua wilayah tersebut.

Sukasno menyarankan supaya para petani maupun  pemilik persawahan setempat sebaiknya rutin memperbaharui informasi cuaca dari laman resmi BMKG. 

Bagi daerah yang terdampak kekeringan harus memperhatikan pola tanam yang berlangsung saat ini. Sebab, setiap wilayah perlu beradaptasi dengan anomali cuaca agar dampak kerugian tidak terlalu dirasakan. 

"Ada baiknya rutin cek info dari BMKG untuk mengetahui siklus cuaca per dasarian. Termasuk memperbaiki sumber pengairan agar lahan tidak terlalu mengalami kekeringan," terangnya. 

2. Wonogiri berstatus waspada kekeringan

Bukit Dewa Dewi, Wonogiri (instagram.com/deamro_)

Lebih lanjut, secara keseluruhan suhu udara wilayah Jawa Tengah berkisar 28,2 derajat celcius dengan temperatur maksimumnya mencapai 34 derajat. Sedangkan suhu minimumnya kisaran 22 derajat celcius dengan tingkat kelemabapan udaranya 81 persen. 

Di Jawa Tengah, katanya secara meteorologis rata-rata kabupaten/kota telah memasuki musim kemarau. Kemarau terjadi sejak Mei karena terkena efek gelombang Enso sehingga mempengaruhi siklus La Nina yang cenderung melemah. 

"Dari total 35 kabupaten/kota, hanya satu daerah yang berstatus waspada (kekeringan). Yaitu Wonogiri. Karena hari tanpa hujannya sudah melebihi 60 hari atau lebih dari tiga bulan," tutur Sukasno. 

3. Dieng masih diguyur hujan

Taman Langit Dieng(instagram.com/taman_langit_official)

Kendati ada daerah yang berpotensi mengalami kekeringan, namun Sukasno menekankan terdapat juga satu daerah yang belum memasuki kemarau. Daerah yang dimaksud Sukasno ialah Dataran Tinggi Dieng. 

"Dieng itu masih beberapa kali terpantau dilanda hujan. Jadi di sana secara analisa cuacanya belum masuk kriteria kemarau. Dan juga ada beberapa daerah yang sedikit-sedikit dilanda hujan. Nah bagi masyarakat yang rumahnya dilanda hujan disarankan memperhatikan sistem pengairannya. Bisa membuat bak penampungan air hujan," ungkapnya. 

4. Kelembapan udara di Semarang mencapai 85 persen

Ilustrasi musim kemarau. https://images.app.goo.gl/6k4X6pF8YhAEoJDT9

Sementara itu, pihak Stasiun BMKG Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang hari ini cuaca Jawa Tengah cenderung berawan. Angin dari arah tenggara berkecepatan 8 kilometer per jam. 

Untuk Semarang, menurut seorang prakirawan cuaca dari Stasiun BMKG Meteorologi Ahmad Yani, Rany Puspita, dari pagi sampai siang ini juga berawan. Dan sore sampai malam juga cerah. 

Namun suhu udaranya di Semarang rata-rata 25-34 derajat celcius dengan kelembapan udaranya 55-85 persen.

"Di wilayah perairan tinggi gelombang Laut Jawa kisaran 0,5-1,25 meter. Sedangkan gelombang Laut Pantai Selatan Jawa Tengah sekitar 0,5-2,5 meter," kata Rany. 

Editorial Team