Live Project 2026 digeber di Lanumad Ahmad Yani Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Live Project 2026 membawa dua pendekatan yang berjalan beriringan: melakukan pembenahan terhadap berbagai aspek yang dapat ditingkatkan, sekaligus menghadirkan cara baru dalam membangun pengalaman audiens.
Pengelolaan arus pengunjung, kenyamanan fasilitas, crowd management, hingga kualitas sistem penataan suara menjadi beberapa aspek yang dievaluasi. Berangkat dari evaluasi tersebut, Live Project melakukan berbagai penyempurnaan pada aspek-aspek.
Melalui peningkatan operasional dan kolaborasi kreatif bersama NKSTHI, Live Project ingin menjadikan setiap tahap perjalanan pengunjung sebagai bagian yang sama pentingnya dengan pengalaman menikmati pertunjukan di atas panggung.
Adi Sudono Rahmat, Festival Director MHT Live menuturkan pihaknya kepengin menghadirkan festival yang tidak hanya semakin besar. Melainkan semakin matang dalam membangun pengalaman yang nyaman, bermakna, dan berkesan.
"Bagi kami, setiap evaluasi harus diterjemahkan menjadi langkah nyata, setiap masukan menjadi bagian dari pembelajaran, dan setiap pembaruan menjadi bentuk komitmen kami untuk terus bertumbuh bersama audiens,” urainya.
Adi juga menekankan dirinya sudah mendengarkan berbagai masukan dari penyelenggaraan sebelumnya.
"Kami memandang semua masukan tersebut sebagai bagian penting dari proses kami belajar. Tahun ini kami tidak hanya melakukan pembenahan secara operasional. Bersama NKSTHI, kami juga mencoba menghadirkan pendekatan baru melalui Mens Sambat in Corpore Sano, agar pengalaman penonton/pengunjung di Live Project tahun ini terasa lebih relevan dan menyenangkan,” kata Adi.