Longsor di Brebes Seret Bangunan Sekolah, Akses Cilibur-Bumiayu Putus

- Tanah longsor di Desa Cilibur, Brebes, menyeret bangunan SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan hingga ambruk ke jurang dan memutus akses jalan utama menuju Bumiayu.
- Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kegiatan belajar sementara dipindahkan ke Gedung Muhammadiyah Cilibur agar proses pendidikan tetap berjalan.
- Dinas Pekerjaan Umum Brebes melakukan asesmen lokasi untuk menentukan langkah penanganan, termasuk pembersihan material longsor dan penguatan tebing rawan.
Brebes, IDN Times - Tanah longsor kembali terjadi di wilayah pegunungan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kali ini longsoran tanah menyeret bangunan sekolah hingga ambruk ke jurang dan memutus akses jalan utama warga.
Dilansir dari video @instabumiayu, peristiwa tersebut terjadi di Dukuh Krajan RT 01/RW 01, Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Longsor dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah itu sejak dini hari.
Material tanah dan bebatuan dari tebing di sisi jalan poros kabupaten meluncur turun, menutup badan jalan yang menghubungkan Desa Cilibur dengan Bumiayu. Tak hanya itu, longsoran juga menyeret salah satu bangunan di SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan hingga rusak berat dan jatuh ke jurang.
1. Warga dengar suara gemuruh sebelum longsor

Sejumlah warga mengaku sempat mendengar suara gemuruh dari arah tebing sebelum longsor terjadi. Tak lama kemudian, tanah dan batuan besar meluncur deras dari tebing yang berada di sisi jalan. Material longsoran itu langsung menutup jalan sekaligus menyeret bangunan sekolah yang berdiri tidak jauh dari lokasi.
Hujan sendiri mulai turun di Desa Cilibur sejak sekitar pukul 04.30 WIB hingga pukul 08.30 WIB. Curah hujan yang tinggi membuat kondisi tanah di area tebing menjadi labil hingga akhirnya memicu longsor.
Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Namun kerugian materiil cukup besar, terutama akibat rusaknya bangunan sekolah dan terputusnya akses transportasi warga. Jalan poros kabupaten yang menjadi jalur utama penghubung Cilibur dengan Bumiayu kini tidak bisa dilalui kendaraan karena tertutup material longsoran.
2. Tidak ada korban jiwa, kegiatan belajar dipindahkan

Kepala SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan, Ahmad Najib, mengatakan pihak sekolah segera mengambil langkah darurat agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
"Kami sangat prihatin atas musibah ini, namun yang paling utama kami bersyukur tidak ada korban jiwa. Untuk sementara proses belajar mengajar kami relokasikan ke Gedung Muhammadiyah Cilibur agar para siswa tetap bisa mengikuti pelajaran seperti biasa,"ujarnya.
Relokasi ini dilakukan sebagai solusi sementara hingga ada penanganan lebih lanjut terhadap bangunan sekolah yang rusak. Kerusakan bangunan juga berdampak pada aktivitas pendidikan di SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan. Sekolah tersebut tercatat memiliki 108 siswa dengan 14 tenaga pengajar.
3. DPU Brebes lakukan asesmen

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Brebes, Dani Asmoro, mengatakan pihaknya telah memerintahkan jajarannya untuk meninjau lokasi longsor. "Saya sudah perintahkan Kepala UPT DPU wilayah Bumiayu untuk melakukan survei dan sekaligus asesmen di lokasi longsor,"kata Dani.
Menurutnya, hasil survei tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan terhadap kerusakan jalan maupun penguatan tebing yang longsor.
Usai kejadian, warga bersama perangkat desa langsung melakukan pengecekan lokasi serta mengamankan area sekitar untuk mengantisipasi longsor susulan. Peristiwa itu juga segera dilaporkan kepada pihak terkait. Pemerintah Desa Cilibur kemudian berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Brebes, Dinas PUPR, serta aparat TNI dan Polri untuk penanganan awal.
Langkah yang direncanakan antara lain pembersihan material longsor, pemasangan pengaman sementara pada tebing rawan, hingga usulan pembangunan talud atau bronjong permanen. Selain itu, perbaikan sistem drainase di sepanjang tebing jalan juga diusulkan agar air hujan tidak kembali memicu longsor di kemudian hari.



















