Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Luhut Ketemu Ganjar Pranowo di Semarang, Sepakat Tunda Kenaikan Tarif Borobudur

Luhut Ketemu Ganjar Pranowo di Semarang, Sepakat Tunda Kenaikan Tarif Borobudur
Menko Marvest Luhut Binsar Panjaitan tertawa lebar saat bertemu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Puri Gedeh Gajahmungkur. (Dok Humas Pemprov Jateng)
Share Article

Semarang, IDN Times - Menko Maritim dan Investasi (Menko Marvest) Luhut Binsar Panjaitan menggelar pertemuan dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di rumah dinas Puri Gedeh Gajahmungkur, Semarang. Dalam pertemuan itu, Luhut dan Ganjar menyepakati untuk menunda kenaikan tarif di Candi Borobudur.

1. Ganjar dan Luhut sepakat postpone rencana kenaikan tarif di Borobudur

Menko Marvest Luhut Binsar Panjaitan diberi penjelasan oleh Ganjar Pranowo soal rencana kenaikan tarif Candi Borobudur. (Dok Humas Pemprov Jateng)
Menko Marvest Luhut Binsar Panjaitan diberi penjelasan oleh Ganjar Pranowo soal rencana kenaikan tarif Candi Borobudur. (Dok Humas Pemprov Jateng)

Menurut Ganjar, penetapan tarif naik ke stupa Candi Borobudur perlu dikaji lagi bersama Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur dan Balai Konservasi Borobudur.

"Kita postpone (ditunda) dulu. Tadi Pak Menteri (Luhut) sudah menyampaikan, Pak Gub itu kita postpone dulu, biar tidak terjadi cerita yang ke mana-mana," ungkap Ganjar, Selasa (7/6/2022). 

2. Ganjar minta kepada Luhut agar dicarikan mekanisme terbaik

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberikan pernyataan terkait kenaikan tarif Candi Borobudur. (Dok Humas Pemprov Jateng)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberikan pernyataan terkait kenaikan tarif Candi Borobudur. (Dok Humas Pemprov Jateng)

Ganjar menyatakan saat ini mesti ada penataan di kawasan Candi Borobudur. Maka dari itu, dirinya sudah menyampaikan kepada Luhut bahwa harus dicarikan skema-skema terbaik untuk mengatur wisatawan yang hendak naik ke atas candi.

Baik dengan pembatasan kuota maupun dengan instrumen lain seperti salah satunya penentuan tarif masuk. 

3. Ganjar: Banyak yang protes

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberi salam hormat kepada Luhut Binsar Panjaitan yang masuk ke dalam mobil. (Dok Humas Pemprov Jateng)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberi salam hormat kepada Luhut Binsar Panjaitan yang masuk ke dalam mobil. (Dok Humas Pemprov Jateng)

Ganjar juga berkata jika rencana kenaikan tarif masuk Candi Borobudur sebaiknya diendapkan lebih dulu agar tidak memicu keresahan bagi masyarakat. 

Terlebih lagi, Ganjar mengaku kini diperlukan beberapa langkah sebelum akhirnya diberlakukan kenaikan tarif. Sebab banyak masyarakat yang melayangkan protes. 

"Saya sampaikan kepada beliau, ini banyak yang protes, menurut saya diendapkan dan beliau setuju. Ini soal tarif jangan dibicarakan dulu, di-postpone dulu, dan memang TWC (Taman Wisata Candi) sama balai sedang komunikasi maka masyarakat tidak perlu resah. Itu penting untuk disampaikan," ujar Ganjar. 

Seperti diketahui beberapa waktu lalu Luhut memberikan pernyataan terkait rencana tiket Candi Borobudur sebesar Rp750.000 untuk wisatawan lokal. Salah satu alasannya untuk menjaga dan melestarikan Candi Borobudur.

"Memang setelah itu TWC pun menyampaikan akan ditindaklanjuti dengan balai. Itu artinya butuh pranata regulasi terus kemudian kelayakan dari tarif yang ada, mekanismenya, karena mereka yang akan mengeksekusi," katanya dalam keterangan yang diterima IDN Times. 

4. Ada perbedaan tarif untuk naik stupa dan masuk ke pelataran Candi Borobudur

ilustrasi Candi Borobudur (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)
ilustrasi Candi Borobudur (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Lebih lanjut, Ganjar mengatakan dalam rencana ini harga tiket untuk pelajar justru akan jauh lebih murah. Tiket pelajar yang sebelumnya Rp 25.000 per orang akan turun menjadi Rp 5.000 per orang.

Ganjar memberikan penjelasan terkait wacana yang beredar tersebut. Ia mengatakan rencana pemberlakuan tarif masuk ke Candi Borobudur sebesar Rp 750.000 itu khusus untuk wisatawan lokal yang hendak naik ke area stupa. Namun untuk tiket masuk Candi Borobudur untuk wisatawan lokal dewasa sebesar Rp 50.000.

Wisatawan yang membayar tiket masuk Rp50.000 hanya sampai di pelataran Candi Borobudur. Dan saat ini wisatawan memang belum diizinkan naik ke atas Candi Borobudur dan hanya diperbolehkan sampai kawasan pelataran candi.

"Masuk ke kawasan dan naik ke candi. Dua hal ini perlu disampaikan ke publik agar bisa tahu kenapa ada pembatasan orang naik ke candi," kata Ganjar. 

"Pertimbangan bagaimana pelajaran masuk. Kemarin justru diturunkan jadi Rp5.000 Saat nanti butuh edukasi perdalam konten ilmu pengetahuan maka itu kebijakan khusus pelajar," ujarnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Bandot Arywono
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto

Latest News Jawa Tengah

See More

Teater Shankara UPGRIS Pentaskan 'Cantik Itu Luka' di SMAN 1 Mranggen

28 Jun 2026, 15:49 WIBNews