Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mencegah Siswa Tengkes di Semarang Lewat Bagi-bagi Susu Sapi dan Telur
Empat siswi kelas SDN Tugurejo 02 Semarang menunjukkan telur ayam yang siap santap dalam gerakan pembagian susu dan telur untuk mengurangi stunting. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • SDN Tugurejo 02 Semarang menggelar kegiatan bagi-bagi susu dan telur untuk ratusan siswa kelas satu hingga enam
  • Kepala sekolah menyatakan bahwa pemberian susu dan telur bertujuan untuk meningkatkan asupan protein siswa serta mengurangi angka anak tengkes atau stunting
  • Pemerintah Kota Semarang memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan tersebut, sebagai upaya untuk mengurangi resiko stunting pada anak-anak
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Suasana Jumat pagi (18/10/2024) di SDN Tugurejo 02 Semarang tampak lain. Pengelola sekolah tersebut kedatangan tamu nyentrik. Tak lain tak bukan yang datang ialah sosok badut berkostum sapi beserta sejumlah orang yang membawa setumpuk botol berisi susu. 

Usut punya usut kedatangan sang badut guna memeriahkan gerakan minum susu dan makan telur (Gerimis Lur) sekaligus kegiatan deklarasi Sekolah Jujur Sekolah Saya (SJSS). 

Tak kurang 300 botol susu yang dibagikan buat ratusan siswa kelas satu sampai Kelas enam SDN Tugurejo 02. Ada juga 300 butir telur ayam yang turut dibagikan secara serentak.

1. Respons siswa saat acara bagi-bagi susu dan telur

Ratusan siswa SDN Tugurejo diberi pemahaman soal stunting. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Janeeta, siswi kelas 6 suka dengan dengan kegiatan bagi-bagi susu dan telur hari ini. Baginya ini sangat seru. Apalagi ia bisa meneguk susu sapi dan makan telur bersama teman-temannya. 

Kepala SDN Tugurejo 02, Nur Rokhmat berkata dengan diberikan susu dan telur setidaknya bisa meningkatkan asupan protein bagi para siswanya. "Susu yang dibagikan ke setiap siswa kandungannya murni susu kambing dan susu sapi," kata Nur kepada IDN Times. 

2. Jadi aksi stimulan untuk kurangi resiko tengkes

Edukasi dan penyuluhan keliling stunting-wasting di Palembang (Dok. FKM Unsri)

Pemberian susu dan telur kepada siswa ini diharapkan jadi ciri khas dari sekolahnya agar turut aktif mengurangi angka anak tengkes atau stunting. Biar suasananya tambah meriah memang dibarengi dengan kegiatan rutin saban Jumat yang bernama merdeka jasmani dan rohani atau disingkat Meja Roni. 

Ia pun senang karena Pemkot Semarang memberi dakungan penuh atas terselenggara kegiatan tersebut. "Ini stimulan untuk mengurangi resiko stunting. Makanya kita barengkan sama kegiatan rutin yang diadakan tiap Jumat yang bernama Meja Roni," terangnya. 

"Allhamdulillah dukungan Pemkot sangat bagus juga karena lewat Dispertan juga banyak terlibat dengan kegiatan sekolahan kami," tambahnya. 

Biar warga sekitar sekolahnya ikut merasakan, ia juga membagikan susu dan telur kepada mereka. "Karena kita ada gawe acara seperti ini ya mereka paling tidak juga bisa merasakan manfaatnya," akunya.

3. Di dalam tubuh sehat terdapat jiwa kuat

Hidangan olahan pakcoy sebagai MPASI upaya tekan angka stunting (Dok. Pertamina)

Senada juga disampaikan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispertan Kota Semarang, Chairun Nisa. Ia menuturkan gerakan minum susu dan makan telur merupakan cara meningkatkan gizi siswa dan mencegah siswa terkena dampak stunting.

"Dan tentunya menjadikan siswa yang kuat dan hebat. Karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat," tutur Nisa. 

4. SDN Tugurejo 02 berikan contoh nyata menyebar kebaikan

Jajaran guru SDN Tugurejo 02 Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Aji Nur Setiawan, Kabid Pembinaan SD Disdik Kota Semarang bilang bahwa apa yang dilakukan SDN Tugurejo jadi wujud nyata syair lagu kebangsaan Indonesia Raya. 

"Kegiatan Gerimis lur sesuai implementasi pada lagu kebangsaan Indonesia Raya yaitu bangunlah jiwanya bangunlah badannya," paparnya seraya menambahkan bila dengan berkolaborasi bersama Dispertan menjadi hal relevan dengan perkembangan pendidikan zaman now

Camat Tugu, Abdul Haris Nur Hidayat menyampaikan kegiatan yang di SDN Tugurejo 2 merupakan aktualisasi dan bentuk pendidikan yang nyata untuk bisa melatih kebaikan. "Maka sering sering kegiatan positif menjadi contoh positif bagi orang lain dan sekitar," ujar Abdul. 

Editorial Team

Related Article