Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dingin Banget! Ini Fakta Fenomena Bediding di Jateng Menurut BMKG

Dingin Banget! Ini Fakta Fenomena Bediding di Jateng Menurut BMKG
Dataran tinggi Dieng (unsplash.com/Andri Hermawan)
Intinya Sih
  • Fenomena bediding di Jawa Tengah merupakan kondisi normal musim kemarau yang ditandai suhu dingin pada malam hingga pagi hari, terutama di dataran tinggi dan wilayah terbuka.
  • BMKG menjelaskan udara dingin dipicu oleh langit cerah tanpa awan, embusan angin timuran dari Australia, kelembapan rendah, serta topografi pegunungan yang cepat melepas panas.
  • Untuk menjaga kesehatan selama bediding, masyarakat disarankan memakai pakaian hangat, cukup minum air putih, konsumsi makanan bergizi, dan gunakan masker saat beraktivitas di luar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Semarang, IDN Times — Sedulur yang tinggal di Jawa Tengah pasti merasakan ada yang berbeda dengan cuaca belakangan ini, khususnya saat malam hingga pagi hari. Udara rasanya dingin menggigil sampai menusuk tulang, padahal saat siang hari matahari bersinar terik.

Jangan panik dulu ya, Lur! Penurunan suhu udara yang drastis ini bukan pertanda adanya cuaca ekstrem yang berbahaya. Berdasarkan keterangan dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang, kondisi ini merupakan karakteristik normal tahunan saat musim kemarau yang akrab disebut masyarakat Jawa sebagai fenomena "Bediding".

Biar kamu gak gagal paham dan bisa bersiap diri, yuk simak rincian lengkapnya dalam 3 listicle berikut ini!

1. Mengenal Fenomena Bediding dan Karakteristiknya

ilustrasi tumbuhan tertutup embun upas (twitter.com/alexjourneyID)
ilustrasi tumbuhan tertutup embun upas (twitter.com/alexjourneyID)

Fenomena bediding murni merupakan penanda bahwa musim kemarau sedang berlangsung dengan mantap di wilayah Jawa Tengah. Berikut adalah karakteristik umum yang terjadi selama fenomena ini melanda:

Waktu Terjadinya: Penurunan suhu udara yang lebih rendah ini umumnya mulai terasa pada malam hari hingga pagi hari, tepatnya pada rentang pukul 18.00 sampai 07.00 WIB.

Wilayah Terdampak: Udara dingin akan terasa jauh lebih dingin di area dataran tinggi, lereng gunung, serta wilayah dataran terbuka.

Suhu Dataran Tinggi: Di wilayah dataran tinggi dan lereng gunung (seperti Dieng), suhu udara bisa drop hingga mencapai kisaran 18°C – 22°C.

Suhu Dataran Rendah: Sementara untuk wilayah dataran rendah dan kawasan perkotaan (seperti Semarang atau Solo), suhunya relatif berkisar antara 23°C – 27°C.

2. Biang Kerok yang Bikin Udara Jateng Jadi Dingin Pol

Langit cerah di atas padang rumput (pexels.com/Ákos Szabó)
Langit cerah di atas padang rumput (pexels.com/Ákos Szabó)

Kenapa sih musim kemarau justru bikin udara di malam hari jadi dingin banget? Berdasarkan analisis data klimatologi BMKG Ahmad Yani Semarang, ada 4 faktor utama yang menyebabkannya:

Tutupan Awan Sedikit: Saat kemarau, langit cenderung cerah tak berawan, sehingga radiasi panas matahari yang diserap bumi pada siang hari akan langsung dilepaskan kembali ke atmosfer dengan sangat cepat pada malam hari tanpa ada awan yang menahannya.

Pengaruh Angin Timuran: Wilayah Indonesia bagian selatan saat ini mulai dipengaruhi oleh embusan Angin Timuran (Trade Wind) yang bertiup dari Benua Australia. Angin ini membawa massa udara yang bersifat lebih kering dan relatif dingin.

Karakteristik Udara Kering: Kelembapan udara di musim kemarau turun drastis ke angka 30% – 60% jika dibandingkan musim hujan yang bisa di atas 80%. Udara yang kering ini memicu peningkatan penguapan, sehingga panas dari tubuh manusia lebih cepat hilang dan memicu sensasi dingin.

Kondisi Topografi: Perbedaan ketinggian tanah membuat wilayah pegunungan dan dataran terbuka melepas panas jauh lebih cepat daripada area padat perkotaan.

3. Tips Menjaga Kesehatan Tubuh Selama Bediding Melanda

ilustrasi wanita menggunakan baju hangat (pixabay.com/StockSnap)
ilustrasi wanita menggunakan baju hangat (pixabay.com/StockSnap)

Kombinasi antara udara yang kering dan suhu dingin yang menyengat berpotensi mengganggu kebugaran fisikmu jika tidak diantisipasi dengan baik. BMKG membagikan beberapa tips taktis berikut agar imun tubuhmu gak gampang jebol:

Gunakan Pakaian Hangat: Selalu siapkan jaket, pakaian tebal, atau selimut ekstra saat beraktivitas atau beristirahat pada malam dan pagi hari.

Perbanyak Minum Air Putih: Udara yang kering di musim kemarau bisa meningkatkan risiko dehidrasi tanpa kita sadari, jadi pastikan kebutuhan cairan harianmu tercukupi.

Konsumsi Makanan Bergizi: Perkuat benteng pertahanan tubuh dengan memakan makanan bernutrisi tinggi demi menjaga daya tahan tubuh.

Gunakan Masker saat Keluar Rumah: Pakailah masker saat beraktivitas di ruang terbuka guna melindungi saluran pernapasan dari paparan udara kering yang berlebihan.

Nah, itulah fakta di balik dinginnya malam-malam belakangan ini di Jawa Tengah. Tetap jaga kesehatan dan selamat menikmati ademnya angin timuran, Lur!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More