Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemprov Jateng Kekurangan Perawat dan Dokter Spesialis di Tiap RSUD

Pemprov Jateng Kekurangan Perawat dan Dokter Spesialis di Tiap RSUD
Sekda Jateng Sumarno. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
Intinya Sih
  • Pemprov Jawa Tengah mengakui kekurangan perawat dan dokter spesialis di RSUD, sehingga BKD mengusulkan 1.000 formasi CPNS baru untuk tenaga kesehatan tahun ini.
  • Sumarno menegaskan pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan masih bergantung pada persetujuan Kemenpan RB, sementara sektor kesehatan menjadi prioritas utama pelayanan publik.
  • Dalam pelantikan 231 pejabat fungsional, mayoritas tenaga kesehatan, Pemprov Jateng menekankan pentingnya peningkatan SDM agar layanan kesehatan lebih optimal dan merata di seluruh daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Semarang, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengakui adanya kekurangan jumlah dokter spesialis dan perawat di masing-masing RSUD. Oleh karenanya, BKD mengusulkan 1.000 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bidang tenaga kesehatan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan kebutuhan tenaga kesehatan di Jawa Tengah masih cukup tinggi, seiring meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

"Yang diajukan tahun ini sekitar 1.000 formasi, mayoritas tenaga kesehatan," ujar Sumarno usai Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Gedung Grhadika Bakti Praja.

Meski demikian, pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan tersebut masih bergantung pada kebijakan dan persetujuan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Menurutnya, selama ini, usulan formasi yang diajukan pemerintah daerah tidak selalu dapat dipenuhi secara penuh oleh pemerintah pusat.

Menurut Sumarno, hampir seluruh sektor pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih membutuhkan tambahan pegawai. Namun, sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama mengingat tingginya kebutuhan layanan masyarakat.

Selain kekurangan tenaga perawat, Jawa Tengah juga masih menghadapi keterbatasan jumlah dokter spesialis, terutama yang bertugas di rumah sakit daerah. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri karena dokter spesialis memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan rujukan.

Dalam kesempatan tersebut, Sumarno melantik dan mengambil sumpah jabatan sebanyak 231 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pelantikan dilakukan secara luring maupun daring.

Kepada para ASN yang baru dilantik, Sumarno berpesan agar senantiasa meningkatkan semangat kerja dan mengedepankan pelayanan publik yang cepat, responsif, serta penuh tanggung jawab.

"Sebagai abdi masyarakat itu benar-benar memposisikan sebagai abdi, bagaimana merespon cepat melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh keikhlasan," tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Tengah, Dhoni Widianto, menjelaskan pelantikan tersebut diikuti oleh 231 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam jabatan fungsional. Dari jumlah tersebut, sebanyak 225 orang merupakan tenaga kesehatan dan enam orang lainnya merupakan tenaga teknis.

Tingginya kebutuhan tenaga kesehatan menunjukkan bahwa penguatan sumber daya manusia di sektor kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Penambahan perawat dan dokter spesialis dinilai sangat penting untuk meningkatkan akses serta kualitas pelayanan kesehatan, terutama di rumah sakit daerah dan fasilitas kesehatan milik pemerintah.

Dengan usulan 1.000 formasi baru yang diajukan tahun ini, Pemprov Jateng berharap kebutuhan tenaga kesehatan dapat terpenuhi secara bertahap, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan merata.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More