Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mengapa Es Teh Jumbo Makin Menjamur di Jateng? Ini Analisis Keuntungan Bisnisnya

Mengapa Es Teh Jumbo Makin Menjamur di Jateng? Ini Analisis Keuntungan Bisnisnya
ilustrasi es teh (Pexels.com/Chup Chup Hinh)
Intinya Sih
  • Bisnis es teh jumbo di Jateng tumbuh pesat karena modal produksi per gelas sangat rendah, sekitar Rp1.000–Rp1.200, dengan margin keuntungan hingga Rp1.800 per cup.
  • Tingginya penjualan didorong budaya minum teh masyarakat Jateng serta cuaca panas yang membuat es teh jumbo jadi pilihan segar dan murah bagi berbagai kalangan.
  • Paket kemitraan es teh jumbo ditawarkan dengan modal awal terjangkau Rp3–5 juta, proses cepat balik modal, dan risiko bahan baku minim sehingga menarik banyak pelaku usaha baru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Mengapa Es Teh Jumbo Makin Menjamur di Jateng? Ini Analisis Keuntungan Bisnisnya

Semarang, IDN Times - Berjalan-jalan menyusuri sudut kota maupun desa di Jawa Tengah belakangan ini, ada satu pemandangan seragam yang tak mungkin luput dari pandangan. Ya, gerobak atau booth kontainer jualan Es Teh Jumbo kini semakin menjamur di mana-mana, Lur!

Fenomena segelas es teh manis berukuran jumbo (22 oz) yang rata-rata dijual dengan harga sangat murah, mulai dari Rp2.500 hingga Rp3.000 saja, kini sukses menggeser tren minuman boba atau kopi susu kekinian. Namun, pernahkah Sedulur penasaran, mengapa bisnis sesederhana es teh manis ini bisa tumbuh masif di tengah masyarakat? Apakah jualan dengan harga semurah itu benar-benar bisa menghasilkan untung yang menjanjikan di tahun 2026 ini?

Bukan sekadar tren musiman, yuk bedah 3 analisis keuntungan bisnis di balik menjamurnya gerai es teh jumbo di Jawa Tengah berikut ini, Lur!

1. Harga Bahan Baku Sangat Murah dengan Margin Keuntungan Jumbo

es teh
ilustrasi es teh (pexels.com/Leah Newhouse)

Rahasia utama mengapa bisnis es teh jumbo ini sangat diminati oleh para pelaku usaha mikro adalah nilai Harga Pokok Penjualan (HPP) atau modal produksi per gelasnya yang sangat rendah, sehingga margin keuntungan bersihnya tergolong besar.

Secara kasar, bahan baku pembuatan satu cup es teh jumbo terdiri dari racikan daun teh kering (teh oplos khas Jateng), gula pasir asli, es batu kristal, sedotan, serta cup plastik ukuran 22 oz beserta plastiknya. Jika dihitung secara massal, modal per gelasnya hanya berkisar antara Rp1.000 hingga Rp1.200 saja, Lur!

Dengan harga jual rata-rata Rp3.000 per cup, pengusaha bisa mengantongi keuntungan bersih sekitar Rp1.800 per gelas. Jika dalam sehari sebuah outlet mampu menjual 100 sampai 150 cup, maka omzet bersih harian berkisar antara Rp180.000 hingga Rp270.000. Dalam sebulan, satu gerobak kecil bisa menghasilkan jutaan rupiah, lho!

2. Volume Penjualan Tinggi Berkat Faktor Cuaca dan Budaya "Mbonte"

ilustrasi es teh
ilustrasi es teh (vecteezy.com/Natthapon Ngamnithiporn)

Teh bukan sekadar minuman bagi masyarakat Jawa Tengah, melainkan sudah menjadi bagian dari kebudayaan dan identitas kuliner sehari-hari yang tidak bisa dipisahkan.

Warga Jateng sangat menyukai karakter teh yang Nasgitel (Panas, Legi, Kentel) atau es teh manis yang legit beraroma melati sebagai pendamping makanan apa saja. Istilah mbonte (minum es teh) sudah melekat kuat.

Terlebih di tengah musim kemarau dan fenomena siang hari yang terik, kebutuhan masyarakat akan minuman yang segar, manis, porsi banyak, dan instan menjadi sangat tinggi. Es teh jumbo hadir sebagai solusi pelepas dahaga paling ekonomis yang ramah di kantong semua lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, ojek online, hingga pekerja pabrik.

3. Modal Awal Kemitraan (Franchise) Murah dan Cepat Balik Modal

Ilustrasi es teh jumbo manis (Pixabay.com/PDPics)
Ilustrasi es teh jumbo manis (Pixabay.com/PDPics)

Alasan ketiga mengapa bisnis ini menjamur adalah kemudahan bagi pemula untuk langsung terjun membuka usaha tanpa perlu pusing memikirkan resep atau strategi merek dari nol.

Saat ini ada puluhan merek kemitraan es teh lokal di Jateng yang menawarkan paket franchise mandiri dengan modal awal yang sangat terjangkau, mulai dari Rp3 juta hingga Rp5 juta saja. Paket ini biasanya sudah bersih meliputi gerobak/booth portable, mesin cup sealer, termos es besar, bahan baku awal, hingga pemutar banner promosi.

Berbeda dengan bisnis kuliner makanan yang bahannya mudah basi dan proses memasaknya rumit, es teh memiliki risiko rugi bahan baku yang sangat minim. Membuat racikan teh dan menyajikannya hanya butuh waktu kurang dari satu menit, sehingga tidak membutuhkan banyak karyawan dan menekan biaya operasional bulanan.

Nah, itulah analisis bisnis di balik fenomena menjamurnya es teh jumbo di Jawa Tengah. Sebuah bukti nyata bahwa peluang bisnis yang sukses terkadang tidak perlu produk yang mewah, melainkan produk sederhana yang paling dibutuhkan masyarakat luas, Sedulur!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More