Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Orang Utan Solo Safari Lepas, Sempat Masuk Warung Ayam Goreng
Orang Utan milik Solo Safari lepas dan dekati warung ayam goreng di dekat UNS. (Dok/Istimewa)
  • Seekor orang utan dari Solo Safari keluar dari kandang pada 19 Agustus 2026, berkeliaran di sekitar UNS hingga masuk warung ayam goreng dan merobohkan motor warga.
  • Tim Solo Safari berhasil mengevakuasi orang utan sekitar pukul 15.30 dan mengembalikannya ke exhibit dalam kondisi sehat, dengan penanganan mengutamakan keselamatan warga serta satwa.
  • TSI Group mengevaluasi prosedur dan sistem pengamanan, sementara penyebab orang utan keluar masih diinvestigasi; pihak pengelola juga meminta maaf kepada warga sekitar UNS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Selasa (19/8/2026) sore

Seekor orang utan koleksi Solo Safari keluar dari kandang dan muncul di sekitar UNS. Satwa itu sempat masuk ke warung Ayam Goreng Bengawan serta merobohkan sepeda motor warga.

sekitar pukul 15.30

Tim Solo Safari mengevakuasi orang utan dan mengembalikannya ke area exhibit dalam kondisi sehat.

Setelah kondisi dinyatakan aman

TSI Group melakukan evaluasi terhadap penanganan insiden dan sistem pengamanan satwa.

kini

Penyebab orang utan dapat keluar dari area exhibit masih diselidiki tim Solo Safari.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Seekor orang utan koleksi Solo Safari keluar dari area exhibit, sempat masuk warung Ayam Goreng Bengawan dan merobohkan sepeda motor warga, sebelum diamankan kembali.
  • Who?
    Orang utan koleksi Solo Safari, warga sekitar UNS termasuk Irmawati, serta tim internal Solo Safari dan TSI Group terlibat dalam kejadian dan penanganan.
  • Where?
    Orang utan terlihat di Jalan Ir Sutami, Kentingan, Jebres, kawasan belakang Universitas Sebelas Maret, serta warung Ayam Goreng Bengawan dan Jalan Kyai H. Masykur, Solo.
  • When?
    Kejadian berlangsung pada Selasa sore, 19 Agustus 2026. Orang utan dilaporkan telah diamankan kembali sekitar pukul 15.30.
  • Why?
    Penyebab orang utan dapat keluar dari area exhibit Solo Safari per saat ini masih dalam proses investigasi oleh tim Solo Safari.
  • How?
    Setelah menerima laporan, TSI Group mengerahkan tim internal berkompetensi menangani satwa. Tim mengamankan orang utan secara terukur dan mengembalikannya ke exhibit dalam kondisi sehat serta terkendali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Seekor orang utan dari Solo Safari keluar dari kandangnya dekat UNS Solo. Ia masuk warung ayam goreng dan menjatuhkan motor. Warga takut lalu menjauh. Tim Solo Safari datang dan membawa orang utan pulang dengan sehat. Sekarang mereka sedang mencari tahu kenapa ia bisa keluar dan memperbaiki keamanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah kepanikan warga, respons cepat tim Solo Safari menunjukkan penanganan yang terukur: orang utan berhasil diamankan dan kembali ke exhibit dalam kondisi sehat. Sikap warga yang menjaga jarak turut memberi ruang bagi petugas kompeten, sementara evaluasi menyeluruh diarahkan pada penguatan prosedur dan sistem pengamanan ke depan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

SOLO, IDN Times – Warga di sekitar kawasan Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, dikejutkan dengan kemunculan seekor orang utan koleksi Solo Safari yang keluar dari area kandang, Selasa (19/8/2026) sore. Satwa berukuran besar tersebut bahkan sempat masuk ke area warung ayam goreng milik warga.

Informasi mengenai orang utan lepas itu beredar melalui sejumlah video di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, orang utan berbulu cokelat tersebut terlihat berada di sekitar kawasan Jalan Ir Sutami, Kentingan, Jebres.

Satwa itu kemudian bergerak menuju kawasan belakang kampus UNS dan mendatangi warung Ayam Goreng Bengawan. Kehadiran orang utan tersebut sontak membuat warga panik dan memilih menjauh dari lokasi.

1. Orang Utan Sempat Robohkan Motor Warga

Orang Utan milik Solo Safari lepas dan dekati warung ayam goreng di dekat UNS. (Dok/Istimewa)

Warga menyebut orang utan tersebut sempat mendorong hingga merobohkan sebuah sepeda motor. Satwa itu juga terlihat berada di atas pagar rumah warga di Jalan Kyai H. Masykur, Jebres.

“Iya tadi sempat datang ke Ayam Bengawan, terus merobohkan sepeda motor. Saya takut terus lari,” ujar Irmawati, warga Kentingan, Jebres.

Kejadian tersebut membuat warga sekitar khawatir. Mereka memilih tidak mendekati orang utan dan memberikan ruang agar proses pengamanan dapat dilakukan oleh petugas yang berkompeten.

2. Tim Solo Safari Langsung Amankan Orang Utan

Pengujung di Solo Safari saat libur Lebaran 2026. (IDN Times/Larasati Rey)

Direktur Perumda Taman Satwa Taruna Jurug (TSTJ), Achmad Syukri Prihanto, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan orang utan telah berhasil diamankan dan dikembalikan ke area exhibit Solo Safari.

“Saya mendapatkan laporan dari GM Solo Safari, sekitar pukul 15.30 satwa sudah masuk di-rescue kembali oleh tim Solo Safari. Kondisi dalam keadaan sehat,” kata Achmad Syukri Prihanto.

Ia menjelaskan, dirinya menerima informasi tersebut ketika sedang mengikuti rapat di Balai Kota Solo. Setelah mendapatkan laporan, ia memastikan satwa telah kembali masuk ke area Solo Safari.

“Begitu dapat kabar, aku cek sudah masuk lagi. Penyebab baru diinvestigasi tim Solo Safari,” ujarnya.

Sementara itu, Marketing Manager Solo Safari, Danu Widi, menyampaikan bahwa TSI Group langsung mengerahkan tim internal yang memiliki kompetensi dalam penanganan satwa setelah menerima laporan kejadian.

Penanganan dilakukan secara terukur dengan mengutamakan keselamatan masyarakat dan satwa serta mengikuti prosedur yang berlaku. Tim kemudian berhasil mengamankan orang utan dan mengembalikannya ke exhibit dalam kondisi terkendali.

3. Solo Safari Evaluasi Sistem Pengamanan

Pengujung di Solo Safari saat libur Lebaran 2026. (IDN Times/Larasati Rey)

Setelah kondisi dinyatakan aman, TSI Group melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rangkaian kejadian. Evaluasi mencakup prosedur penanganan hingga sistem pengamanan satwa untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

“Hasil evaluasi akan menjadi dasar untuk penguatan pengamanan guna memastikan kejadian serupa dapat diminimalkan di kemudian hari,” ujar Danu.

TSI Group juga menyampaikan permintaan maaf kepada warga yang merasa khawatir dan tidak nyaman akibat insiden tersebut.

“TSI Group memahami kekhawatiran dan ketidaknyamanan yang dirasakan warga di sekitar UNS akibat insiden ini,” katanya.

Pihak TSI Group menegaskan keselamatan, keamanan, serta kenyamanan masyarakat menjadi prioritas dalam setiap langkah penanganan satwa.

Hingga kini, penyebab orang utan tersebut dapat keluar dari area exhibit masih dalam proses investigasi oleh tim Solo Safari.

Editorial Team

Related Article