Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Panduan Edukasi Sejarah Lokal Anak Sekolah, Mengenal Tempat Bersejarah di Solo Raya
Gerbang depan Benteng Vastenburg Solo yang kokoh berdiri sejak masa kolonial. (bob.kemenpar.go.id)
  • Sejarah lokal di Solo Raya dapat dipelajari langsung lewat kunjungan edukatif untuk menumbuhkan kebanggaan daerah, berpikir kritis, dan identitas budaya siswa.
  • Pilihan lokasi mencakup Keraton dan Pura Mangkunegaran, Radya Pustaka, Sangiran, Benteng Vastenburg, Candi Sukuh-Cetho, serta Monumen Pers Nasional.
  • Pembelajaran dianjurkan memakai storytelling, permainan pencarian benda, dan dokumentasi kreatif seperti vlog atau foto jurnal agar pengalaman sejarah lebih interaktif bagi anak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
ribuan tahun lalu

Manusia purba membuat alat-alat batu yang kini menjadi bagian koleksi Situs Sangiran.

akhir masa Majapahit

Candi Sukuh dan Candi Cetho mencerminkan arsitektur Hindu yang unik pada penghujung kejayaan Kerajaan Majapahit.

abad ke-18

Benteng Vastenburg dibangun oleh Belanda untuk mengawasi aktivitas Keraton Surakarta.

tahun 1890

Museum Radya Pustaka didirikan oleh Sasradiningrat IV di kompleks Taman Sriwedari.

hari ini

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Pura Mangkunegaran masih melestarikan kebudayaan Jawa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Panduan edukasi sejarah lokal untuk anak sekolah memuat enam destinasi di Solo Raya yang dapat digunakan untuk study tour dan wisata edukasi keluarga.
  • Who?
    Siswa-siswi usia sekolah di Solo Raya, keluarga, serta guru dapat memanfaatkan Keraton, museum, situs purba, benteng, candi, dan Monumen Pers Nasional sebagai lokasi pembelajaran.
  • Where?
    Destinasi berada di Surakarta, Sragen, Karanganyar, dan lereng Gunung Lawu, dalam kawasan Solo Raya yang mencakup Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten.
  • When?
    Keraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran masih melestarikan kebudayaan Jawa hingga saat ini; waktu pelaksanaan kunjungan pendidikan belum ada kepastian.
  • Why?
    Kunjungan ditujukan untuk mengenalkan sejarah lokal, menumbuhkan kebanggaan daerah, melatih berpikir kritis, memperkuat identitas kebudayaan, serta mendukung pembelajaran sejarah, IPA, dan literasi media.
  • How?
    Pembelajaran dapat dilakukan melalui kunjungan museum dan situs, pengamatan koleksi serta diorama, walking tour, storytelling, permainan scavenger hunt, dan dokumentasi kreatif berupa vlog atau foto jurnal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Anak-anak di Solo Raya bisa belajar sejarah sambil jalan-jalan. Mereka dapat melihat keraton, museum, fosil manusia purba di Sangiran, benteng tua, dan candi. Mereka juga bisa melihat koran lama di Monumen Pers. Sekarang, tempat-tempat ini bisa dipakai untuk belajar dengan cerita, mencari benda, dan membuat foto atau video.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Solo Raya menawarkan ruang belajar sejarah yang hidup, ketika anak-anak dapat menghubungkan pelajaran dengan keraton, museum, situs purba, benteng, candi, hingga arsip pers. Pengalaman langsung yang dikemas melalui cerita, permainan pencarian, dan dokumentasi kreatif berpotensi membuat sejarah terasa dekat, menyenangkan, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap kekayaan budaya setempat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surakarta, IDN Times — Belajar sejarah tidak melulu harus berkutat dengan menghafal tahun dan nama tokoh di dalam buku teks sekolah. Bagi siswa-siswi di kawasan Solo Raya (Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten), laboratorium sejarah terbaik sesungguhnya terhampar luas di sekitar mereka.

Mengenalkan sejarah lokal kepada anak usia sekolah sejak dini terbukti ampuh menumbuhkan rasa bangga (local pride), melatih berpikir kritis, serta memperkuat identitas kebudayaan.

Berikut adalah panduan tempat-tempat penting di Solo Raya yang cocok dijadikan destinasi study tour maupun wisata edukasi keluarga yang interaktif dan menyenangkan:

1. Keraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran (Surakarta)

Suasana Pura Mangkunegaran, Solo. Pura Mengkunegaran dipilih sebagai lokasi acara Reuni Fortune 40 under 40 di Pura Mangkunegaran, Sabtu (5/9/2026)(IDN Times/Herka Yanis)

Pusat Peradaban dan Kebudayaan Mataram Islam

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Pura Mangkunegaran merupakan pusat denyut kebudayaan Jawa yang masih lestari hingga hari ini.

Nilai Edukasi: Anak-anak dapat belajar langsung mengenai silsilah Kerajaan Mataram Islam, tata krama (unggah-ungguh), hingga arsitektur bangunan tradisional Jawa seperti Bangsal Sasana Sewaka atau Pendopo Ageng Mangkunegaran.

Aktivitas Seru: Mengunjungi museum keraton untuk melihat koleksi kereta kencana, pakaian adat, gamelan pusaka, hingga belajar menari atau membatik halus.

2. Museum Radya Pustaka (Surakarta)

Museum Radya Pustaka, Solo, Jawa Tengah. IDNTimes/Larasati Rey

Menjelajahi Museum Tertua di Indonesia

Berdiri sejak tahun 1890 oleh Sasradiningrat IV, Museum Radya Pustaka yang terletak di kompleks Taman Sriwedari merupakan museum tertua di Indonesia.

Nilai Edukasi: Mengenalkan perkembangan literasi dan benda cagar budaya Nusantara kepada anak-anak.

Aktivitas Seru: Melihat koleksi wayang dari berbagai daerah dan era, patung batu peninggalan zaman Hindu-Buddha, pusaka naskah kuno, hingga arca porselen hadiah dari kerajaan-kerajaan Eropa.

3. Situs Manusia Purba Sangiran (Sragen & Karanganyar)

potret bagian depan Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Ngebug (sangiran.id)

Menjelajah Zaman Prasejarah Dunia Heritage UNESCO

Situs Sangiran adalah salah satu situs evolusi manusia terpenting di dunia yang telah diakui oleh UNESCO. Tempat ini menyimpan jutaan fosil manusia purba, hewan, dan tumbuhan purba.

Nilai Edukasi: Sangat relevan untuk pelajaran IPA dan Sejarah, terutama materi evolusi, geologi, dan kehidupan masa prasejarah (Homo erectus).

Aktivitas Seru: Mengamati diorama kehidupan purba yang sangat realistis, fosil gajah purba (Stegodon), serta alat-alat batu buatan manusia purba ribuan tahun lalu.

4. Benteng Vastenburg (Surakarta)

Benteng Vastenburg (IDN Times/Fatma Roisatin N.)

Saksi Bisu Era Kolonialisme dan Perjuangan Kemerdekaan

Tepat di kawasan Gladag, berdiri Benteng Vastenburg, benteng peninggalan Belanda yang dibangun pada abad ke-18 untuk mengawasi aktivitas Keraton Surakarta.

Nilai Edukasi: Mengajarkan anak-anak tentang masa kolonial penjajahan Belanda, strategi pertahanan militer zaman dulu, serta perjuangan rakyat Solo dalam merebut kemerdekaan.

Aktivitas Seru: Walking tour mengelilingi parit dan dinding benteng kuno sambil mempelajari arsitektur benteng bergaya Eropa.

5. Candi Sukuh dan Candi Cetho (Karanganyar)

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbjateng/relief-relief-candi-sukuh/semar/

Mengenal Arsitektur Unik Akhir Masa Majapahit

Terletak di lereng Gunung Lawu, Karanganyar, kedua candi corak Hindu ini memiliki gaya arsitektur yang sangat unik dan berbeda dari candi-candi di Jawa Tengah pada umumnya.

Nilai Edukasi: Mengenalkan masa-masa akhir kejayaan Kerajaan Majapahit serta nilai-nilai toleransi dan spiritualitas masyarakat Jawa kuno.

Aktivitas Seru: Menikmati pemandangan alam perbukitan teh sambil mengamati punden berundak mirip piramida Suku Maya (pada Candi Sukuh) serta relief-relief kisah pewayangan.

6. Monumen Pers Nasional (Surakarta)

Pemeran foto kemerdekaan di Monumen Pers Nasional, Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

Belajar Sejarah Jurnalistik dan Literasi Media

Monumen Pers Nasional merupakan cikal bakal lahirnya organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan menjadi pusat dokumentasi pers nasional.

Nilai Edukasi: Meningkatkan literasi media bagi pelajar serta mengenalkan peran pers sebagai pilar perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Aktivitas Seru: Melihat pemancar radio kuno milik Solosche Radio Vereeniging (SRV), koran-koran langka dari zaman kolonial, hingga mencoba stasiun kerja koran digital.

Tips Mengemas Edukasi Sejarah Agar Fun untuk Anak:

Gunakan Metode Storytelling: Hindari sekadar membaca papan informasi. Ceritakan kisah sejarah seperti dongeng petualangan (misal: "Bagaimana prajurit zaman dulu mempertahankan benteng ini?").

Buat Lembar Kerja Scavenger Hunt: Berikan anak-anak daftar benda yang harus mereka temukan di museum (contoh: cari patung bercorak gajah, cari kereta berbahan kayu tebal).

Dokumentasi Kreatif: Minta anak-anak membuat vlog singkat 1 menit atau foto jurnal mengenai tempat yang paling berkesan bagi mereka untuk dipresentasikan di kelas.

Curated For You

Editorial Team

Related Article