Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pasca Pejabatnya Terjaring OTT KPK, Pihak Unsoed Buka Suara
Edi Santoso, anggota tim humas Unsoed sebut belum mengetahui secara persis perkara yang sedang diperiksa maupun status hukum pihak-pihak yang terlibat, Jumat (21/8/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
  • Unsoed menghormati pemeriksaan KPK terhadap pejabat rektorat dan menunggu penjelasan resmi terkait perkara serta status hukum pihak yang terlibat.
  • Kampus menyatakan tidak ada kekosongan kepemimpinan karena WR 1 dan WR 4 berada di Purwokerto, sehingga kegiatan akademik serta layanan tetap berjalan.
  • Dalam OTT, KPK mengamankan 14 orang, menyita uang ratusan juta rupiah, dan mensterilkan tiga ruang rektorat; dugaan terkait penerimaan mahasiswa baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis (20/8/2026)

KPK melakukan OTT ke-19 sepanjang 2026 terhadap jajaran rektorat Unsoed. Sebanyak 14 orang diamankan, termasuk Rektor Prof. Akhmad Sodiq dan beberapa wakil rektor.

sejak malam sebelumnya

Tiga ruang di lantai 3 gedung rektorat, termasuk ruang rektor dan wakil rektor, disterilkan atau disegel KPK.

Jumat (21/8/2026)

Unsoed menyatakan menghormati proses pemeriksaan KPK dan menunggu penjelasan resmi mengenai perkara serta status hukum pihak terkait. Kampus memastikan kepemimpinan, aktivitas akademik, dan layanan tetap berjalan.

Jumat pagi

Situasi di lingkungan kampus Unsoed tampak relatif normal. Aktivitas akademik dan layanan mahasiswa berlangsung tanpa gangguan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    KPK memeriksa sejumlah pejabat rektorat Universitas Jenderal Soedirman dalam operasi tangkap tangan terkait dugaan praktik penerimaan mahasiswa baru dan menyita uang tunai ratusan juta rupiah.
  • Who?
    Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq, beberapa wakil rektor, serta pejabat rektorat lain termasuk dalam 14 orang yang diamankan KPK. Juru Bicara Unsoed Edi Santoso memberikan keterangan kampus.
  • Where?
    Operasi dilakukan di Purwokerto dan Jakarta. Sebanyak 12 orang diamankan di Purwokerto, dua di Jakarta, sementara sembilan orang menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
  • When?
    OTT dilakukan Kamis, 20 Agustus 2026. Unsoed menyampaikan keterangan pada Jumat, 21 Agustus 2026. Tiga ruangan di lantai tiga gedung rektorat dilaporkan disterilkan sejak malam sebelumnya.
  • Why?
    KPK menduga perkara berkaitan dengan penerimaan mahasiswa baru, termasuk di Fakultas Kedokteran, dengan dugaan aliran uang ratusan juta rupiah agar calon mahasiswa dapat diterima.
  • How?
    KPK mengamankan 14 orang dan menyita uang tunai ratusan juta rupiah. Unsoed menyatakan menghormati proses hukum, menunggu pernyataan resmi KPK, dan memastikan akademik serta layanan kampus tetap berjalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
KPK membawa 14 orang dari Unsoed, termasuk rektor dan beberapa wakil rektor, untuk diperiksa. KPK juga menyegel tiga ruangan di gedung rektorat. Katanya ada dugaan uang dipakai agar orang bisa masuk kuliah. Unsoed bilang mereka menghormati pemeriksaan KPK. Sekarang kampus tetap buka, kuliah dan layanan mahasiswa tetap berjalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah proses pemeriksaan yang berlangsung, Unsoed menunjukkan upaya menjaga stabilitas institusi dengan memastikan tidak ada kekosongan kepemimpinan. Wakil rektor tetap mengendalikan jalannya kampus, sementara sistem akademik dan layanan mahasiswa berjalan seperti biasa. Sikap menghormati proses hukum sambil menunggu penjelasan resmi mencerminkan kehati-hatian dalam merespons situasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Purwokerto, IDN Times - Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto buka suara terkait proses pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah pejabat rektorat. Juru Bicara Unsoed Edi Santoso menegaskan, kampus menghormati seluruh proses hukum dan memastikan aktivitas akademik serta layanan lainnya tetap berjalan seperti biasa.

Menurut Edi, sampai saat ini proses pemeriksaan sepenuhnya berada di tangan KPK. Belum ada penjelasan resmi mengenai perkara yang sedang diperiksa maupun status hukum pihak-pihak yang terlibat.

"Sampai saat ini proses pemeriksaan sepenuhnya berada di tangan KPK dan belum ada penjelasan resmi mengenai hal itu. Karena itu kami belum mengetahui secara persis perkara yang sedang diperiksa maupun status hukum pihak-pihak yang terlibat,"ujar Edi dalam keterangan, Jumat (21/8/2026).

1. Tidak Ada Kekosongan kepemimpinan

Unsoed menjamin tidak akan mengganggu proses akademik atau proses layanan lainnya.

Edi sekaligus memberikan klarifikasi penting. Wakil Rektor Bidang Akademik (WR 1) dan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas (WR 4) saat ini berada di Purwokerto untuk memegang kendali kepemimpinan.

"Hal ini perlu kami sampaikan sekaligus menjadi klarifikasi bahwa tidak ada kekosongan kepemimpinan. Seluruh proses akademik dan layanan lainnya tetap berjalan seperti biasa,"katanya.

Dia menjamin, apapun yang terjadi, sistem yang sudah berjalan di Unsoed tidak akan terganggu. "Kami jamin apapun yang terjadi, karena sudah ada sistem yang berjalan, ini tidak akan mengganggu proses akademik atau proses layanan lainnya. Kepemimpinan masih aman. Tidak ada kekosongan kepemimpinan,"tegas Edi.

2. Ruangan lantai 3 disegel

salah satu ruangan di lantai 3 Unsoed Purwokerto nampak disegel oleh KPK, Jumat (21/8/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Terkait kondisi di gedung rektorat, Edi mengaku belum sempat mengecek langsung. Namun, informasi dari staf menyebut ada beberapa ruang, termasuk ruang rektor dan wakil rektor di lantai 3, yang sedang disterilkan atau disegel oleh KPK sejak malam sebelumnya.

"Jujur saya sendiri belum menengok ya, karena ruang itu sedang disterilkan. Saya belum ke sana, tidak boleh ke sana, tapi informasinya begitu. Ada tiga ruang yang memang lagi steril,"jelasnya.

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) ke-19 sepanjang 2026 pada Kamis (20/8/2026). Operasi ini melibatkan jajaran rektorat Unsoed, dan terbaru termasuk Rektor Prof. Akhmad Sodiq, serta beberapa wakil rektor.

Total 14 orang diamankan (12 di Purwokerto dan 2 di Jakarta). Sembilan di antaranya menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

KPK menyita barang bukti berupa uang tunai ratusan juta rupiah. Dugaan kasus berkaitan dengan praktik penerimaan mahasiswa baru, termasuk di Fakultas Kedokteran, di mana disebut ada aliran uang ratusan juta agar bisa diterima.

3. Situasi kampus unsoed relatif normal

Suasana di Unsoed Purwokerto pasca penangkapan para pejabat kampus dan 3 orang diluar manajemen nampak seperti tidak terjadi apa apa dan normal, Jumat (21/8/2026).(,IDN Times/Cokie Sutrisno)

Unsoed menegaskan akan menunggu pernyataan resmi dari KPK sebelum mengambil sikap lebih lanjut.

"Tentu saja Unsoed menghormati seluruh proses hukum yang sedang ditangani oleh KPK. Kita juga masih menunggu pernyataan atau statement resmi dari KPK,"kata Edi.

Suasana di lingkungan kampus Unsoed pada Jumat pagi tampak relatif normal. Aktivitas akademik dan layanan mahasiswa dijamin tetap berlangsung tanpa gangguan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article