Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Penjualan Lesu, Harga Sapi di Solo Mulai Rp17 Juta

Penjualan Lesu, Harga Sapi di Solo Mulai Rp17 Juta
Pemeriksaan hewan sapi di Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

Surakarta, IDN Times - Penjualan hewan kurban menjelang hari Raya Idul Adha 1444 H di Kota Solo belum menunjukkan geliat yang cukup signifikan.

Meski dijual dengan harga yang sama tahun lalu, namun penjuala sapi dan kambing kurban yang belum banyak dicari.

1. Harga sapi mulai Rp17 jutaan

Penjualan hewan sapi di Solo. (IDN Times/Larasati Rey)
Penjualan hewan sapi di Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

Salah satu peternak sapi asal Kampung Jegon, Pajang, Laweyan, Solo, Sriyanto mengatakan dari 24 sapi limosin dan sapi lokal yang dipeliharanya, hingga kini baru masih ada stok, baru beberapa sapi yang terjual.

"Tahun ini pembelinya lesu, tidak seperti tahun kemarin. Meskipun ada PMK tapi sapi saya 18 habis terjual," jelasnya Selasa (20/6/2023)

Sriyanto mengatakan, jika harga sapi yang dijualnya mulai dari Rp17 juta sampai Rp27 juta. Ia mengaku haru menjual sapi dengan harga yang sama dengan tahun lalu.

"Seperti sapi berjenis limonsin ini harganya sekitar Rp17 jutaaan, Meski tidak terlalu besar, is menjamin sapi tersebut sudah memenuhi syarat dan bisa dijadikan hewan kurban. Apalagi sudah diperiksa oleh dinas terkait," ungkapnya.

"Harganya ini cuma Rp17 juta, sehat, sudah poel mas. Murah meriah, bisa untuk kurban," ungkapnya.

2. Lakukan pemeriksaan hewan kurban.

Pemeriksaan hewan sapi di Solo. (IDN Times/Larasati Rey)
Pemeriksaan hewan sapi di Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

Lebih lanjut, Sriyanto juga mengungkapnya lesunya penjualan hewan kurban ini juga dirasakan oleh teman-teman peternak lainnya.

"Sepi jan ini sepi sekali ini. Teman saya itu punya 22 sapi baru laku 9. Yang punya 12 baru laku 4. Yang 6 itu malah nggak laku sama sekali sampai sekarang. Tahun kemarin itu cuma 18 karena takut PMK, tapi laku semua. Ini baru laku 20," ungkapnya.

Sementara itu, untuk melindungi kesehatan hewan kurban, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Surakarta melakukan pemeriksaan hewan kurban ke sejumalah peternak di Kota Solo.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Surakarta, Eko Nugroho mengatakan berdasarkan pemeriksaan tersebut menemukan ada beberapa hewan kurban yang belum memenuhi syarat umur (poel), yakni satu ekor di Pajang dan tiga ekor di Mojosongo.

Selain itu beberapa di antaranya ditemukan adanya penyakit ringan. Namun untuk PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) tidak ditemukan.

"Karena belum poel otomotis tidak layak dijual dan disembelih sesuai syariat Islam. Sapi kurban berumur minimal dua tahun. Sedangkan, kambing kurban berumur minimal satu tahun," jelasnya.

3. Temukan sejumlah hewan berpenyakit

Pemeriksaan hewan sapi di Solo. (IDN Times/Larasati Rey)
Pemeriksaan hewan sapi di Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

Selain belum cukup umur, tim dokter hewan juga menemukan penyakit lain seperti kulit atau scabies, kutu, maupun cascado. Eko mengatakan tim dokter hewan telah meminta penjual hewan kurban segera mengobati sapi yang berpenyakit tersebut sampai sembuh.

"Tidak masalah, namun harus segera diobati. Disemprot dengan obat khusus," katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Eko menyebutkan sejauh ini petugas kesehatan hewan tidak menemukan hewan kurban yang terjangkit penyakit mulut dan kaki (PMK) atau lumpy skin disease (LSD).

Tim dokter kesehatan hewan sendiri telah disebar ke sejumlah lokasi penjualan hewan kurban di Solo. Ada 17 lokasi penjualan hewan kurban yang tersebar di Kota Bengawan.

"Hewan kurban dalam kondisi sehat baik sapi maupun kambing. Tidak ada hewan kurban yang terjangkit PMK atau LSD," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
Larasati Rey
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Bangun Kantor Baru, Kejari Banyumas Siapkan Anggaran Rp11,8 Miliar

07 Apr 2026, 17:23 WIBNews