Peserta UTBK FK Undip Tepergok Curang, Polisi Bakal Giatkan Patroli

- Seorang peserta UTBK di Undip Semarang tertangkap curang menggunakan alat bantu dengar tersembunyi yang terdeteksi lewat metal detektor sebelum ujian dimulai.
- Pihak kampus melaporkan kasus tersebut ke kepolisian, dan penyelidikan dilakukan untuk mengungkap motif serta jaringan di balik tindakan kecurangan itu.
- Polisi meningkatkan patroli ke toko elektronik dan jasa IT guna mencegah penjualan alat bantu curang serta bekerja sama dengan kampus lain untuk memperketat pengawasan ujian.
Semarang, IDN Times - Pasca terungkapnya aksi kecurangan yang dilakukan seorang peserta UTBK di kampus Undip Semarang, aparat kepolisian kini meningkatkan kesiapsiagaan.
Seperti diberitakan sebelumnya, panitia SPMB Undip memergoki seorang perempuan yang jadi peserta UTBK nekat memasukan alat bantu dengar di dalam cuping telinganya.
Alat tersebut terdeteksi dari pemeriksaan menggunakan metal detektor.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto mengungkapkan laporan mengenai tindakan curang yang dilakukan peserta UTBK untuk selanjutnya dilakukan pendalaman penyidikan di lapangan.
"Pihak kampus sudah laporkan hal tersebut ke kepolisian. Kita sudah lakukan penyelidikan. Pelaku yang lakukan kecurangan ini belum melaksanakan ujian," ujar Artanto, Jumat (24/4/2026).
Lebih jelas lagi, pihaknya saat ini berusaha mengantisipasi aksi kecurangan serupa dengan menerjunkan personel untuk berpatroli ke tempat-tempat yang terindikasi menjual barang elektronik seperti alat bantu pendengaran.
Upaya antisipasi juga melibatkan pihak kampus lainnya agar aksi kecurangan dapat diminimalisir.
"Tentu kita akan lakukan patroli juga ke tempat yang melakukan jasa IT atau alat yang membantu kecurangan tes ujian di kampus. Sehingga potensi kecurangan saat tes UTBK dapat dicegah," jelasnya.
Di samping itu, pihaknya akan memeriksa peserta UTBK yang tepergok curang tersebut agar dapat membongkar motif tindakan tersebut.
"Semua informasi yang didapat jadi bahan penyidikan agar kasus ini terungkap. Nantinya modus (pelaku) ini bisa dilakukan antisipasi ke depannya supaya kami sama-sama mengantisipasi," ujar Artanto.

















