Berada di titik ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl), hawa sejuk terasa di Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjanegara. Dengan kontur wilayah yang terletak di lereng pegunungan, Desa Bantar berada di zona rawan bencana tanah longsor. Bahkan, tanah longsor yang kerap muncul jadi momok yang menakutkan.
Namun siapa sangka, kondisi topografis desanya yang sarat akan bahaya bencana alam justru menjadi sebuah berkah tersendiri. Ini tak lepas dari aktivitas warga yang telaten menggarap ladang pertanian di sekitar perbukitan. Salah satunya seperti yang terlihat di Dusun Bantar RT 01/RW 1. Eko Purwanto, seorang warga mengaku ladang kopi jadi sumber penghasilan utama selain hasil panen salak.
"Di Bantar sebagian warga punya kebun kopi robusta. Bulan ini kita selesai panen. Dapatnya sekitar satu sampai dua kuwintal. Kita sering jual ke pasar-pasar dalam bentuk kering. Ada juga yang sudah diolah jadi kopi tubruk," ujarnya kepada IDN Times.
