Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pilihan Alas Kaki Aman Jemaah Haji Lansia di Tanah Suci
Jemaah haji lansia. (IDN Times/Yogie Fadila)
  • Pemilihan alas kaki yang tepat bagi jemaah haji lansia penting untuk mencegah lecet, jatuh, dan cedera selama perjalanan serta aktivitas ibadah di Tanah Suci.
  • Rekomendasi terbaik meliputi sepatu slip-on ringan, sandal bertali belakang anti-selip, dan sandal karet kamar mandi bertekstur kasar guna menjaga kenyamanan dan keselamatan.
  • Jemaah lansia disarankan menghindari sepatu baru, sandal jepit, serta alas tipis atau hak tinggi, sambil mengenakan kaus kaki katun agar kaki tetap aman dan nyaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pemilihan alas kaki yang keliru bagi jemaah haji lanjut usia (lansia) berisiko fatal, mulai dari kaki lecet hingga insiden terjatuh. Persiapan alas kaki sangat penting untuk mendukung aktivitas harian maupun perjalanan jauh sejak dari Asrama Haji hingga ke Tanah Suci.

Berikut adalah panduan memilih jenis alas kaki yang aman dan nyaman bagi jemaah lansia.

Rekomendasi Alas Kaki Jemaah Lansia

Ilustrasi sandal karet (freepik.com/freepik)

Alas kaki yang baik untuk jemaah lansia harus berbobot ringan, memiliki bantalan empuk, dan penopang tumit yang stabil untuk mencegah insiden jatuh.

  • Sepatu Jalan Tanpa Tali (Slip-on): Model tanpa tali (slip-on) seperti Skechers atau alas kaki berbahan perekat Velcro memudahkan jemaah mengenakan sepatu tanpa harus membungkuk lama. Pilih ukuran satu nomor lebih besar untuk perjalanan antar-kota (seperti rute Madinah-Makkah), mengingat kaki lansia cenderung membengkak (edema) akibat durasi penerbangan yang panjang dan cuaca panas. Pastikan materialnya berpori (breathable) agar sirkulasi udara lancar dan kaki terhindar dari jamur. Sepatu ortopedi dengan fitur tambahan seperti bioenergi atau magnetik juga bisa menjadi opsi untuk mengurangi rasa pegal.

  • Sepatu Sandal Tali Belakang (Backstrap): Jenis alas kaki ini paling direkomendasikan untuk aktivitas harian di sekitar hotel dan masjid. Tali tumit belakang memastikan sandal tidak mudah lepas saat jemaah berjalan di tengah kerumunan. Pilih sol luar yang lebar, kokoh, dan anti-selip (tidak licin) untuk menjaga keseimbangan tubuh. Bantalan bagian dalam harus empuk untuk meredam benturan pada sendi lutut.

  • Sandal Karet Kamar Mandi: Kamar mandi di hotel atau asrama sering kali memiliki lantai yang licin. Siapkan sandal berbahan karet murni dengan tekstur kasar di bagian bawah untuk mencegah risiko terpeleset yang berpotensi menyebabkan patah tulang atau cedera pinggul.

Alas Kaki yang Wajib Dihindari

ilustrasi memakai sandal tipis (freepik.com/freepik)

  • Sepatu Baru: Jemaah lansia dilarang membawa sepatu yang benar-benar baru dibeli. Sepatu yang belum pernah dipakai berjalan umumnya masih kaku dan memicu luka lecet.

  • Sandal Jepit Biasa: Hindari penggunaan sandal jepit karena tali pada sela jempol rentan menyebabkan lecet yang sulit sembuh. Kondisi ini sangat berbahaya bagi jemaah penderita diabetes. Sandal tanpa penopang tumit ini juga meningkatkan risiko tersandung.

  • Alas Tipis dan Hak Tinggi: Hindari alas kaki bersol tipis (teplek) maupun hak tinggi karena minimnya peredam getaran akan membuat area tumit dan pinggang lekas sakit.

Sebagai perlindungan ekstra, jemaah selalu dianjurkan menggunakan kaus kaki berbahan katun untuk menyerap keringat dan meminimalkan gesekan antara kulit dengan alas kaki. Pastikan ukuran sepatu pas dan berbahan ringan agar tidak memberatkan langkah kaki saat beribadah.

Bagikan panduan pemilihan alas kaki ini kepada keluarga atau rekan yang akan mendampingi jemaah haji lansia tahun ini!

Editorial Team