Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Polda Jateng Ingatkan Pemudik Jangan Nyopir Sendirian: Harus Tandem
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto ketika berbicara kepada wartawan mengenai kesiapan melayani arus mudik Idulfitri 1447 Hijriyah. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Semarang, IDN Times - Kepolisian Daerah Jawa Tengah menyarankan kepada para pemudik yang membawa mobil supaya jangan mengemudi sendirian selama perjalanan pulang kampung. Sebaiknya, pemudik mencari sopir cadangan atau tandeman untuk mengantisipasi kelelahan di jalan raya. 

"Maka manfaatkan space waktu libur arus mudik dan balik dengan baik dan maksimal. Usahakan kalau mengemudi jangan single tapi harus tandem," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto, Selasa (10/3/2026). 

Pihaknya pun mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan mudik dan balik dengan baik.

Selain itu, pemudik sebaiknya memastikan ketersediaan bahan bakar sebelum berangkat, memanfaatkan rest area untuk beristirahat, serta mematuhi aturan dan rambu lalu lintas selama perjalanan.

Untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi terkini, pihaknya menyediakan layanan chatbot berbasis WhatsApp bernama Si Polan yang dapat digunakan masyarakat untuk mendapatkan berbagai informasi lalu lintas, lokasi rest area, jalur alternatif hingga layanan kepolisian lainnya.

“Kami persilakan masyarakat memanfaatkan layanan chatbot tersebut agar mendapatkan informasi terbaru terkait kondisi lalu lintas selama perjalanan mudik,” katanya.

Sedangkan, untuk memantau pergerakan arus mudik, Polda Jateng menyiapkan empat titik pemantauan yang dikendalikan oleh beberapa kapolres. Empat titik pemantauan itu tersebar di empat aglomerasi. Antara lain Aglomerasi Banyumas menuju Wonosobo dan arah Dieng, Aglomerasi Magelang, Aglomerasi Klaten menuju arah Yogyakarta dan Aglomerasi Semarang.

"Tentunya para kapolres ini fungsinya mengkoordinir para jajaran wilayah. Kita harus kendalikan di jalur arteri tengah, arteri selatan dan arteri selatan selatan. Kemudian dikoordinasikan dengan Dirlantas di Kalikangkung. Kita juga lakukan one way lokal untuk memantau kepadatan lalin Jateng," tegasnya.

Berdasarkan hasil survei dari dinas terkait, diperkirakan puncak arus mudik di wilayah Jawa Tengah akan terjadi pada dua periode, yakni tanggal 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026.

Prediksi tersebut juga dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah terkait fleksibilitas waktu kerja yang memungkinkan masyarakat memilih waktu keberangkatan yang berbeda sehingga pergerakan kendaraan tidak terpusat pada satu waktu tertentu.

“Kami telah menyiapkan pos terpadu di Kalikangkung yang akan mengkoordinir seluruh pos pengamanan dan pos terpadu di jajaran. Pos ini menjadi pusat kendali untuk memantau perkembangan arus lalu lintas di berbagai jalur yang ada di Jawa Tengah,” jelasnya.

Editorial Team