Prabowo Targetkan Program MBG Tercover Akhir Tahun

- Prabowo berjanji program MBG merata pada akhir 2025
- Kepala Badan Gizi bentuk satgas percepatan di wilayah 3 T
- Target selesai pada November 2025, naik dari 17.5 juta menjadi 82.9 juta penerima
Klaten, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto berjanji soal akan meratakan program makan bergizi gratis (MBG) pada akhir tahun 2025.
Hal tersebut sampaikan oleh Prabowo dalam pidatonya di peluncuran 80.000 koperasi desa/kelurahan merah putih di Desa Bentangan, Wonosari, Klaten, Senin (21/7/2025).
1. Terenyuh saat anak-anak sekolah tanyakan soal MBG

Dalam pidatonya Prabowo menceritakan pengalamannya saat bertolak ke lokasi acara peluncuran Koperasi Merah Putih, ia mengaku banyak anak-anak sekolah yang berteriak jika sekolahnya belum ada program makan bergizi gratis.
“Anak-anak sekolah mereka teriak Pak kami belum terima MBG, Pak kapan? Saya melihat anak-anak mereka ini rakyat indonesia, saya tidak tega baru hari ini baru 6,7 jt yang dapat makan bergizi, anak-anak teriak kita gak mampu beri lebih capet, tapi inshallah akhir tahun ini seluruh anak-anak dapat makan bergizi,” ujar Prabowo dalam pidatonya.
2. Bentuk satgas percepatan MBG.

Merespon target dari Prabowo, Kepala Badan Gizi Indonesia Dadan Hindayana mengatakan BGN telah membentuk satuan tugas untuk percepatan di wilayah 3 T (tertinggal, terdepan, terluar). Satgas tersebut untuk mengejar target sebanyak 82,9 juta penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) pada akhir November 2025.
"Kami sudah koordinasikan ke Kementerian Dalam Negeri agar setiap kabupaten/provinsi membentuk satuan tugas yang membentuk badan gizi untuk percepatan di daerah 3T," kata Dadan.
Dadan menjelaskan, ada 3 kunci dari makanan bergizi, seperti anggaran, infrastruktur, dan SDM. Menurutnya tiga faktor tersebut harus dipenuhi agar sebaran MBG bisa berjalan baik.
3. Target selesai pada November 2025.

Lebih lanjut, Dadan menegaskan target 82,8 juta penerima MBG yang dijadwalkan rampung akhir November 2025. Angka in naik dari target sebelumnya, yakni 17.5 juta penerima.
"Dan tagret 82,9 juta bisa dilakukan di akhir November atau awal Desember. Memang target kami kan awalnya Rp 71 triliun hanya 17,5 juta. Kemudian minta percepatan dan kita usahakan 82,9 juta bisa dikejar di akhir November 2025," pungkas Dadan.