Semarang, IDN Times - Bek Bangkok United, Pratama Arhan akhirnya menyandang gelar sarjana manajemen. Ia pada Rabu (29/4/2026) kemarin diwisuda bersama 401 mahasiswa Udinus lainnya di Hotel Patrajasa Semarang.
Informasi dari pihak Udinus, ratusan mahasiswa tersebut dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Hukum dan Studi Global (FHSG), Fakultas Kesehatan (FKes), serta Fakultas Teknik (FT).
Lulusan tersebut juga mencakup program pascasarjana serta program studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Kediri di bawah naungan Fakultas Ilmu Komputer (FIK).
Pratama Arhan mengaku bersyukur yang mendalam atas dukungan penuh dari Udinus selama perjalanan studinya sejak tahun 2020. Ia mengaku sangat senang serta bangga karena bisa lulus dengan ijazah blockchain.
“Saya menjadi bukti nyata bahwa Udinus memberikan fleksibilitas serta beasiswa yang memungkinkan saya menyeimbangkan karier sepak bola profesional dengan pendidikan tinggi,” ungkapnya.
Dalam suasana haru, Arhan mengucapkan terima kasih kepada keluarga kepada ibu serta almarhum ayah yang terus membimbingnya hingga berada di titik ini.
“Reputasi Udinus sebagai kampus unggul membangkitkan kepercayaan diri saya untuk bersaing di masa depan. Saya sangat bangga dan berencana melanjutkan studi S-2 di Ilmu Komunikasi Udinus,” tutur Arhan.
Rektor Udinus, Prof Pulung Nurtantio Andono, memberikan semangat kepada para lulusan untuk terus melangkah maju demi masa depan bangsa.
Menurutnya, ijazah hanyalah pintu pembuka, sedangkan karakter serta integritas diri yang akan menuntun seberapa jauh alumni Udinus dapat melangkah di dunia profesional.
“Dunia kerja tidak selalu menanyakan IPK kalian, tetapi melihat sejauh mana kalian membawa manfaat bagi masyarakat. Sebab dunia membutuhkan orang-orang yang berani bermimpi dan bekerja keras,” ungkapnya.
Pulung juga memperkenalkan fasilitas pelayanan terbaru Udinus. Yakni Lifelong Learning Center. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat pembelajaran berkelanjutan bagi semua lulusan Udinus.
“Melalui program ini, kami akan membimbing alumni untuk meningkatkan keterampilan mereka serta memperkuat kompetensi yang dibutuhkan industri sesuai masanya. Hal ini merupakan komitmen Udinus untuk tidak meninggalkan alumninya begitu saja setelah diwisuda,” kata Pulung.
Terkait ijazah blockchain, Pulung menegaskan bahwa Udinus merupakan pelopor di Indonesia dalam mengambil langkah menuju masa depan pendidikan yang lebih aman, transparan, dan terpercaya.
“Dengan teknologi ini, setiap ijazah lulusan Udinus memiliki sistem verifikasi digital yang tidak dapat dimanipulasi. Dengan demikian, keaslian ijazah lulusan kami akan terverifikasi secara global,” ungkapnya.
