Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Udinus Bangun Sistem Blockchain Dengan UEA Demi Tangkal Ijazah Palsu

ilustrasi ijazah (Pexels/ George Pak)
ilustrasi ijazah (Pexels/ George Pak)
Intinya sih...
  • Udinus siap cetak talenta digital internasional dengan sistem ijazah berbasis blockchain
  • Pusat studi Blockchain dibangun di FIK Udinus dengan 30 trainer bersertifikat internasional
  • Udinus menjadi kampus percontohan anti fraud dan mendapat penghargaan dari Dubai Blockchain Center
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Dengan maraknya pemalsuan ijazah di Indonesia, Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) mengambil langkah konkret untuk menjamin keamanan dan keaslian dokumen kelulusan. Yaitu dengan meresmikan sebagai universitas pertama di Indonesia yang menerapkan sistem ijazah 100 persen berbasis blockchain.

Langkah tersebut ditandai dengan peresmian Indonesia Blockchain Center (IBC) Chapter Udinus, sebagai pusat studi dan pengembagnan teknologi blockchain di Jawa Tengah

1. Udinus nyatakan siap cetak talenta digital bertaraf internasional

IMG-20260202-WA0022.jpg
Rektor Udinus Prof Pulung Nurtantio saat penandatanganan perjanjian kerjasama. (IDN Times/Dok Humas Udinus)

Fasilitas IBC lahir dari kerja sama antara Udinus dengan Dubai Blockchain Center dan IBC serta Sealbound UAE belum lama ini.

Adanya fasilitas IBC menjawab tantangan di era digital, yang menyebabkan risiko pemalsuan terhadap dokumen semakin tinggi. 

Dengan teknologi blockchain, ijazah lulusan Udinus tidak hanya sekedar lembaran kertas saja, tapi terdapat rekam jejak digital yang transparan, aman, dan tidak dapat diubah. 

“Implementasi ini bertujuan untuk memastikan keaslian ijazah, mencegah pemalsuan, hingga memudahkan verifikasi di skala global. Melalui kolaborasi global ini, Kami siap menjadi pusat pengembangan blockchain dan pencetak talenta digital berstandar internasional,” terang Rektor Udinus Prof Pulung Nurtantio Andono dalam keterangan yang diterima IDN Times, Selasa (3/2/2026). 

2. Pusat studi Blockchain dibangun di FIK Udinus

IMG-20260202-WA0026.jpg
Kampus Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) yang lengang saat hari libur. (IDN Times/Dok Humas Udinus)

Pusat studi blockchain pertama di Jawa Tengah tersebut akan berlokasi di Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Udinus. Didukung oleh 30 trainer bersertifikat dari Indonesia Blockchain Center dan Dubai Blockchain Center. 

Trainer tersebut sudah memiliki sertifikat internasional, karena sebelumnya telah mengikuti kegiatan Training for Trainers (ToT) di Udinus. Bersama narasumber yang berafiliasi dengan Dubai Blockchain Center, diantaranya Moussa Alshhehi dari Sealbound dan Mr. Chantal Donelan dari NEXSTOX.

3. Udinus jadi kampus pertama percontohan anti fraud

Ilustrasi ijazah di bingkai emas (unsplash.com/ Kenny Eliason)
Ilustrasi ijazah di bingkai emas (unsplash.com/ Kenny Eliason)

Sementara itu, Perwakilan IBC, Hambali, menyebutkan Udinus sebagai role model nasional dalam memanfaatkan teknologi. Pihaknya bersama Dubai Blockchain Center juga memberikan penghargaan kepada Rektor Udinus atas kepemimpinannya dalam mendorong transformasi digital dan pengembangan blockchain di pendidikan tinggi.  

"Udinus akan menjadi contoh bagi kampus lain dalam penggunaan blockchain untuk pendidikan, sertifikasi, dan sistem anti-fraud," ungkapnya,” ungkapnya.

Dengan langkah ini, Udinus tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten, tetapi juga menjamin keamanan masa depan karir mereka melalui ijazah yang terpercaya dan diakui secara global.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Bandot Arywono
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Ekspor Jateng Tumbuh 10,49 Persen di 2025, 5 Ini Komoditas Turut Andil

03 Feb 2026, 20:33 WIBNews