Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Produsen Tahu Tempe Semarang Tagih Janji Pemerintah Subsidi Kedelai

Produsen Tahu Tempe Semarang Tagih Janji Pemerintah Subsidi Kedelai
Salah seorang pengerajin tempe memperlihatkan kedelai sebagai bahan baku pembuatan tempe di sentra pengerajin tempe di Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. (IDNTimes/Dicky)
Share Article

Semarang, IDN Times - Harga tahu dan tempe di sejumlah pasar tradisional Kota Semarang masih melambung tinggi. Menyikapi kondisi itu, produsen tahu tempe menagih janji pemerintah soal subsidi harga kedelai.

1. Tahu dan tempe di Semarang naik Rp1.000

Ketua Pusat Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Puskopti) Jawa Tengah, Sutrisno Supriantoro. (Dok. IDN Times)
Ketua Pusat Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Puskopti) Jawa Tengah, Sutrisno Supriantoro. (Dok. IDN Times)

Dalam pantauan di Pasar Karangayu Semarang, Senin (7/3/2022), harga tahu putih mencapai Rp7 ribu per 10 biji. Sedangkan, harga tempe papan ukuran besar mencapai Rp7 ribu. Harga tersebut masih di atas harga pasaran sebelumnya, yakni Rp6 ribu baik untuk tahu maupun tempe. 

Menyikapi hal itu, Pusat Koperasi Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) Jawa Tengah, Sutrisno Suprianto mengatakan, produsen atau perajin tahu tempe dan masyarakat diimbau agar tidak terlalu resah atas kenaikan harga kedelai yang belakangan ini naik tak terkendali.

“Kami sudah menyampaikan kepada pemerintah dan berupaya untuk memenuhi kebutuhan kedelai dengan harga yang terjangkau,” ungkapnya saat dikonfirmasi IDN Times, Selasa (8/3/2022). 

2. Mulai Maret 2022 harga kedelai mendapat subsidi

Ilustrasi pekerja mengolah kedelai untuk produksi tahu dan tempe (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Ilustrasi pekerja mengolah kedelai untuk produksi tahu dan tempe (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Selain itu, Puskopti Jawa Tengah juga berkoordinasi dengan Gakoptindo Pusat agar harga kedelai semakin terjangkau, sehingga tidak mengganggu produksi perajin tahu tempe. Selain itu, juga ada beberapa kesepakatan antara kedua pihak tersebut. Salah satunya tidak perlu adanya mogok produksi sebagai bentuk protes.

"Kemarin sudah ada titik temu, selain tidak perlu mogok produksi, per bulan Maret 2022 ini harga kedelai akan disubsidi Rp1.000 per kilogram. Kami juga memastikan stok kedelai aman sampai tiga bulan ke depan dan tidak terjadi fluktuasi harga kedelai atau tetap di kisaran harga Rp10 ribu hingga Rp10.500 per kilogram,’’ jelas Sutrisno.

3. Desak agar stok kedelai aman hingga 3 bulan ke depan

Perajin tahu dan tempe mogok produksi dan gelar unjuk rasa karena tingginya harga kedelai. (dok. Paguyuban Dadi Rukun)
Perajin tahu dan tempe mogok produksi dan gelar unjuk rasa karena tingginya harga kedelai. (dok. Paguyuban Dadi Rukun)

Puskopti mendesak pemerintah untuk mengumumkan kenaikan harga tahu dan tempe ke masyarakat. Sebab, produsen atau perajin tahu tempe selama ini tidak bisa menaikkan harga produk tersebut. Sehingga, dampak dari itu mereka mengurangi ukuran tahu tempe. 

Sutrisno menambahkan, ia juga meminta agar stok kedelai untuk tiga bulan ke depan aman. Sebab, permintaan kedelai saat Ramadan dan Lebaran pasti akan meningkat. 

"Betul, permintaan untuk jangka waktu tiga bulan harus bisa dipenuhi. Apalagi, untuk persiapan Lebaran. Ini harus dijamin,’’ tandasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana

Latest News Jawa Tengah

See More

Tanpa Data Akurat, Program Pemkot Semarang Berisiko Salah Sasaran

18 Jun 2026, 22:10 WIBNews