Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Profil RM Bambang Soeprapto: Pejuang Mobrig Diusulkan Pahlawan Nasional

Foto Raden Mas Bambang Soeprapto Dipokoesoemo. (mgmpsejarahsmg.or.id)
Foto Raden Mas Bambang Soeprapto Dipokoesoemo. (mgmpsejarahsmg.or.id)
Intinya sih...
  • RM Bambang Soeprapto, pejuang Mobrig diusulkan jadi pahlawan nasional
  • Jejak sang komandan di Palagan Semarang, peran strategis pasca-Proklamasi Kemerdekaan, dan pertempuran legendaris Lima Hari di Semarang
  • Monumen 10 meter sebagai pengingat sejarah, ruang edukasi bagi generasi muda, dan penanda penting dari sejarah
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times – Provinsi Jawa Tengah menyimpan catatan sejarah perjuangan yang panjang, salah satunya diukir oleh Komisaris Polisi II Raden Mas (RM) Bambang Soeprapto Dipokoesoemo. Nama tokoh yang menjadi cikal bakal Mobile Brigade (Mobrig) atau yang kini dikenal sebagai Korps Brimob itu kembali diusulkan untuk menerima gelar Pahlawan Nasional tahun 2026.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi berkomitmen untuk memperjuangkan pengakuan negara atas jasa-jasa RM Bambang Soeprapto. Upaya tersebut merupakan pengajuan keempat kalinya setelah tiga kali usulan sebelumnya belum membuahkan hasil.

"Kita akan terus berjuang agar tahun 2026 RM Bambang Soeprapto mendapatkan gelar pahlawan nasional," katanya saat meresmikan Monumen dan Taman RM Bambang Soeprapto di Gajahmungkur, Semarang, Jumat (9/1/2026).

Siapa sebenarnya sosok RM Bambang Soeprapto? Simak profilnya berikut ini.

1. Jejak sang komandan di Palagan Semarang

Lukisan perjuangan Bambang Soeprapto. (Koleksi Haryono Eddyarto)
Lukisan perjuangan Bambang Soeprapto. (Koleksi Haryono Eddyarto)

Lahir di Batang pada tahun 1920 dari keluarga ningrat, putra mantan Bupati Batang RMAA Dipokoesoemo itu memiliki rekam jejak militer yang cemerlang namun tragis. Ia mengawali karier sebagai polisi Hindia Belanda sebelum bergabung dengan kekuatan Jepang pada 1942-1945.

Peran strategisnya mulai terlihat pasca-Proklamasi Kemerdekaan. Sebagai Wakil Komandan Kompi Tokubetsu Keisatsu Tai (Pasukan Polisi Istimewa), ia mengambil alih komando dari Jepang, mengibarkan Bendera Merah Putih, dan mengubah nama pasukannya menjadi Pasukan Polisi Istimewa.

Dalam pertempuran legendaris Lima Hari di Semarang (15-19 Oktober 1945), Bambang Soeprapto memimpin pasukannya mempertahankan objek-objek vital kota dari gempuran 1.000 tentara Jepang. Ia dan pasukannya menjaga RRI, reservoir Siranda, hingga pos-pos keamanan kota di tengah hujan peluru.

Tidak hanya melawan penjajah, Bambang Soeprapto juga menjadi garda terdepan menjaga stabilitas republik dari rongrongan pemberontak. Sepanjang tahun 1948, ia memimpin penumpasan pemberontakan PKI di berbagai daerah mulai dari Yogyakarta, Solo, Pati, Madiun, hingga Kudus.

Namun, akhir hidup sang pejuang sungguh tragis. Pada 28 Mei 1949, saat hendak menuju medan perang melawan Belanda, ia disergap dan dibunuh secara keji oleh kelompok DI/TII pimpinan Amir Fattah di Kalisat, Brebes. Jenazahnya baru dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal Semarang pada 1951.

2. Monumen 10 meter sebagai pengingat sejarah

Monumen dan Taman RM Bambang Soeprapto di Gajahmungkur, Semarang, Jumat (9/1/2026). (Dok. Pemprov Jateng)
Monumen dan Taman RM Bambang Soeprapto di Gajahmungkur, Semarang, Jumat (9/1/2026). (Dok. Pemprov Jateng)

Untuk mengenang jasa besarnya, sebuah monumen patung setinggi 10 meter kini berdiri gagah di kawasan Gajahmungkur, Kota Semarang. Monumen karya pematung Heru Joning Siswanto itu terletak di taman seluas 70x24 meter yang dibangun atas inisiatif dan biaya pribadi keluarga ahli waris.

Perwakilan keluarga, Haryono Eddyarto, berharap monumen ini tidak sekadar menjadi simbol penghormatan, tetapi juga ruang edukasi bagi generasi muda.

"Bagi keluarga, hari ini momen penting untuk mengenang sekaligus menghormati jasa pejuang, ayah, suami, dan kepala rumah tangga yang telah mengorbankan hidupnya demi kemerdekaan bangsa. Semoga tempat ini menjadi ruang publik yang hidup untuk mengenang sejarah, semangat persatuan, dan nasionalisme," tutur Haryono dengan haru.

3. Menjadi penanda penting dari sejarah

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat meresmikan Monumen dan Taman RM Bambang Soeprapto di Gajahmungkur, Semarang, Jumat (9/1/2026). (Dok. Pemprov Jateng)
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat meresmikan Monumen dan Taman RM Bambang Soeprapto di Gajahmungkur, Semarang, Jumat (9/1/2026). (Dok. Pemprov Jateng)

Ahmad Luthfi menambahkan, keberadaan monumen tersebut menjadi penanda penting (tetenger) bahwa Semarang pernah melahirkan putra terbaik yang berjuang tanpa pamrih.

"Hari ini masyarakat Jawa Tengah dan Kota Semarang merasa bangga, bahwa kita punya monumen yang harus kita uri-uri (lestarikan). Tentunya kami sangat men-support keberadaan monumen ini," pungkas Luthfi.

Monumen dan Taman RM Bambang Soeprapto kini dikelola oleh Pemerintah Kota Semarang dan terbuka bagi masyarakat yang ingin menelusuri jejak kepahlawanan sang komandan Mobrig.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Muncul Sengketa Lahan Menara Teratai, UMKM Gugat BLUD Banyumas

11 Jan 2026, 18:23 WIBNews