Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Puluhan Siswa MAN 2 Lasem Keracunan MBG, Penyebabnya Melon dan Ayam
Program Makan Bergizi Gratis yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Cimahi (18/04/2025) (Tim Komunikasi Prabowo)
  • Sebanyak 44 dari 294 penerima MBG di MAN 2 Lasem mengalami mual dan diare, lalu menjalani rawat inap di Puskesmas Lasem.
  • Dinkes Jateng menginvestigasi dugaan keracunan dari menu MBG, terutama melon dan ayam, dengan gejala diare, pusing, sakit perut, mual, hingga muntah.
  • SPPG Ngemplak, yang dioperasikan Yayasan Feza Muara Barokah, diperiksa dokumen SLHS, sanitasi dapur, serta sampel makanan untuk uji laboratorium.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
jam 11.00 sampai jam 12.00

Siswa MAN 2 Lasem mengonsumsi MBG berisi nasi putih, rica ayam, tahu krispi, tumisan putren, wortel, dan melon.

Rabu pagi (9/9/2026)

Dinkes Jateng menyatakan 44 dari 294 penerima MBG di MAN 2 Lasem mengalami mual dan diare serta dirawat inap di Puskesmas Lasem. Investigasi epidemiologi dilakukan untuk mencari penyebab keracunan.

hari ini

Dinkes memeriksa ulang dokumen SLHS SPPG Ngemplak dan merampungkan pemeriksaan epidemiologi, termasuk pengambilan sampel bahan makanan serta pemeriksaan sanitasi dapur.

kini

Kasus keracunan ditangani sejumlah puskesmas dan rumah sakit. Dugaan sementara mengarah pada melon dan ayam.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sejumlah siswa MAN 2 Lasem mengalami mual, diare, pusing, sakit perut, dan muntah setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis; dugaan sementara mengarah pada melon dan ayam.
  • Who?
    44 dari 294 penerima MBG di MAN 2 Lasem dilaporkan bergejala. Dinkes Jawa Tengah dan Dinkes Rembang melakukan pemeriksaan, sementara SPPG Ngemplak dikelola Yayasan Feza Muara Barokah.
  • Where?
    Kejadian terjadi di MAN 2 Lasem, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Siswa dirawat dan ditangani sejumlah puskesmas serta rumah sakit di wilayah Rembang dan sekitarnya.
  • When?
    Gejala dilaporkan setelah siswa makan MBG antara pukul 11.00 hingga 12.00. Informasi pemeriksaan disampaikan Rabu pagi, 9 September 2026.
  • Why?
    Penyebab pasti masih menunggu hasil investigasi epidemiologi dan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan awal menduga melon dan ayam sebagai bahan yang berkaitan dengan kejadian.
  • How?
    Dinkes mengambil sampel ayam, sayuran, nasi, dan buah; memeriksa sanitasi dapur serta dokumen SLHS SPPG Ngemplak; lalu membawa sampel ke laboratorium untuk diuji.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Puluhan murid MAN 2 Lasem sakit setelah makan makanan MBG. Ada yang mual, sakit perut, diare, pusing, dan muntah. Sebanyak 44 anak dibawa ke puskesmas untuk dirawat. Petugas menduga melon dan ayam menjadi penyebabnya. Sekarang petugas memeriksa makanan, dapur, dan membawa sampel ke laboratorium.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons cepat dinas kesehatan dan sejumlah fasilitas layanan kesehatan menunjukkan adanya perhatian serius terhadap keselamatan para siswa. Investigasi yang mencakup bahan baku, sanitasi dapur, dokumen kelayakan, hingga pemeriksaan laboratorium juga membuka ruang bagi penanganan yang lebih terukur, sementara penegasan tanggung jawab penyalur menempatkan perlindungan penerima manfaat sebagai fokus utama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Kejadian keracunan MBG kembali muncul di Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang. Informasi yang dihimpun IDN Times, terdapat 25 siswa-siswi yang mengalami mual-mual setelah mengonsumsi MBG, Selasa (8/9/2026). 

Kepala Bidang P2P Dinkes Jateng, Heri Purnomo mengatakan pihaknya saat ini sedang melakukan investigasi epidemiologi untuk mengetahui penyebab siswa MAN 2 Lasem keracunan MBG. 

"Dari pemeriksaan cepat yang kami lakukan bersama Dinkes Rembang diketahui, dari 294 penerima manfaat MBG di MAN 2 Lasem, ada 44 yang mengalami mual-mual diare. Terus 44 anak ini dibawa ke puskesmas Lasem untuk rawat inap," ujar Heri kepada IDN Times, Rabu pagi (9/9/2026). 

Pihaknya menegaskan SPPG Ngemplak yang berwenang menyalurkan MBG ke MAN 2 Lasem harus bertanggung jawab atas kejadian keracunan yang dialami puluhan siswa tersebut. 

Dari data kasus yang diterima dari Dinkes Rembang diketahui SPPG Ngemplak dioperasikan Yayasan Feza Muara Barokah. 

SPPG Ngemplak saban harinya mengirimkan MBG bagi 1.950 siswa dan bumil penerima manfaat. Sekolah penerima MBG di wilayah Ngemplak Lasem sebanyak delapan sekolah.

Ia menyebutkan hari ini juga memeriksa dokumen SLHS milik SPPG Ngemplak apakah sudah sesuai dengan ketentuan syarat dari Dinkes atau belum. 

"SLHS mereka kita periksa ulang. Kita belum bisa katakan apakah mereka punya SLHS yang lengkap atau belum," ujarnya. 

Lebih lanjut pihaknya ini sedang merampungkan teknis pemeriksaan epidemiologi. Yang mencakup pengambilan sampel bahan baku ayam, sayuran, nasi dan buah yang dikonsumsi siswa MAN 2 Lasem. 

"Untuk pemeriksaan epidemiologi itu kan menyeluruh. Mulai pengambilan sampel bahan bakunya, memeriksa kondisi sanitasi dan kebersihan dapur SPPG-nya. Terus nanti sampel-sampel kita bawa ke laboratorium," terangnya. 

Berdasarkan laporan sementara dari Dinkes Lasem, para siswa MAN 2 Lasem yang keracunan MBG mengalami diare, pusing pusing, sakit perut, mual bahkan ada yang muntah. 

Pihaknya menduga kuat masa inkubasi bahan baku terpendek 2 jam dan ada inkubasi yang panjang sampai 26 jam. "Ketika kejadian, waktu makan siswa jam 11.00 sampai jam 12.00," jelasnya. 

Heri bilang pemeriksaan awal di MAN 2 Lasem diketahui MBG yang disantap siswa saat kejadian terdiri dari nasi putih, rica ayam, tahu krispi, tumisan putren, wortel dan masing-masing siswa diberi sepotong melon. 

"Dugaan sementara (keracunan) dari melon, ayam," tegasnya. 

Kasus keracunan MBG MAN 2 Lasem kini ditangani Puskesmas Lasem, Puskesmas Kragan, Puskesmas Sarang, RSUD Soetrasno, RS Bhina Bhakti, RSI Arafah dan PKU Muhammadiyah Pamotan. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article