Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Respons Jokowi Usai Banyak Cakada Jujungannya Menang di Pilkada
Presiden ke-7 RI Joko “Jokowi” Widodo. (IDN Times/Larasati Rey)
  • Jokowi merespons banyaknya cakada yang didukungnya menang di Pilkada 2024.
  • Jokowi tidak melakukan apapun untuk mempengaruhi masyarakat dalam pemilihan.
  • Jokowi meminta masyarakat untuk menunggu hasil real count dan penetapan KPU.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surakarta, IDN Times - Mantan Presiden ke-7 Joko “Jokowi” Widodo merespons saat ditanya soal banyaknya calon kepala daerah (cakada) yang didukungnya menang di Pilkada serentak 2024.

Kendati demikian, Jokowi mengaku tidak melakukan sesuatu untuk mempengaruhi masyarakat dalam memilih calon kepala daerahnya.

1. Merasa tak melakukan apa-apa

Presiden ke-7 RI Joko “Jokowi” Widodo. (IDN Times/Larasati Rey)

Ditemui di kediamannya, Jokowi mengaku tidak melakukan apa-apa saat masa pemilihan kepala daerah yang lalu. Ia mengaku jika paslon yang ia endorse banyak yang menang.

"Saya nggak ngapa-ngapain. Kebetuakn yang di-endorse menang gitu aja. Seperti pak Rudy dari Kalimantan Timur," ujar Jokowi seusai menemui cagub Kaltim Rudy Mas'ud  di kediaman Gang Kutai Utara No 1, Sumber, Solo, Selasa (3/12/2024).

2. Meminta masyarakat untuk menunggu hasil real count KPU

Suasana pemantauan Sirekap Pilkada 2024 di KPU, Jumat (29/11/2024). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Namun, berbeda dengan kontestasi pemilihan gubernur di DK Jakarta yang harus menelan kekalahan, di mana pasangan yang diusung KIM Plus, Ridwan Kamil-Suswono kalah dari paslon PDIP Pramono Anung-Rano Karno. Menanggapi hal tersebut, Jokowi berkilah. Ia mengatakan, kalah menang merupakan hal biasa dalam sebuah kompetisi.

"Yang namanya kompetisi, namanya pilihan gubernur, yang namanya pilihan bupati dan wali kota itu ada yang menang, pasti ada yang kalah, biasa. Dalam politikpun juga seperti itu," jelasnya.

"Sekali lagi saya ulang-ulang, kalau yang menang tetap rendah hati, yang kalah kedepan masih ada lima tahun lagi, masih ada kesempatan ikut pilkada lagi," imbuhnya.

Kendati demikian, Jokowi meminta masyarakat untuk menunggu hasil penghitungan yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Ya nanti menunggu saja real count dan penetapan KPU. Semua provinsi, kabupaten dan kota," katanya.

3. Membuka komunikasi

Jokowi dan Ridwan Kamil (Dok. CNN Indonesia)

Sementara itu, ditanya soal adanya beberapa calon kepala daerah yang menghubunginya seusai menang hitung cepat, salah satu Pramono Anung (Cagub DKI Jakarta asal PDIP), Jokowi enggan berkomentar, ia hanya tertawa membalas pertanyaan dari awak media.

Sedangkan untuk Pilkada Solo, Jokowi mengatakan belum melakukan komunikasi dengan Ketua DPC PDIP FX Hadi Rudyatmo. Yang mana paslon yang diusung oleh PDIP yakni Teguh Prakosa-Bambang Nugroho kalah dalam kontestasi Pilkada Solo.

"Belum, belum bertemu. Ya nanti kalau beliau ada waktu. Ya selalu (membuka komunikasi), urusan politik ya urusan politik, lha masak urusan sosial nggak komunikassi. Semeua kan teman dan sahabat baik yang sudah lama terjalin, bestie," pungkasnya.

Editorial Team