Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Respons Krisis Ekologi, Kemenag Semarang Siapkan Fasilitator Hijau

Respons Krisis Ekologi, Kemenag Semarang Siapkan Fasilitator Hijau
Bimbingan Teknis (Bimtek) Ekoteologi yang diadakan Balai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Keagamaan Semarang untuk fasilitator di Jawa Tengah dan Yogyakarta. (Dok. KUA Mijen)

Semarang, IDN Times - Isu pelestarian lingkungan kini mendapat perhatian serius dari banyak pihak, tidak terkecuali Kementerian Agama. Pasalnya, krisis ekologi global tidak lagi sekadar persoalan teknis, melainkan krisis multidimensi yang mencakup ranah moral dan spiritual.

Merespons hal tersebut, Balai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Keagamaan Semarang mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Ekoteologi bagi 35 hingga 40 calon fasilitator di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (15/4/2026). Kegiatan dilakukan selama tiga hari.

Kegiatan pembinaan itu dirancang untuk mewujudkan kebijakan Ekoteologi 2025-2029 yang menetapkan bahwa menjaga bumi merupakan bagian integral dari ibadah. Adapun, pembinaan calon fasilitator bertujuan untuk:

  • Transformasi Mindset: Membangun kesadaran bahwa pelestarian lingkungan adalah manifestasi keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Penguatan Literasi: Membekali peserta dengan konsep pelestarian lingkungan lintas agama, seperti Khalifah fil Ardh dalam Islam atau Tri Hita Karana dalam Hindu.
  • Praksis Sosial: Mempersiapkan fasilitator untuk merancang aksi nyata, seperti penerapan pengelolaan sampah berbasis komunitas atau pendirian rumah ibadah hijau.

Salah satu agenda kegiatan tersebut adalah mengunjungi Kantor Urusan Agama (KUA) Mijen Kota Semarang, untuk melihat langsung praktik baik penerapan Green Office dan pengelolaan lingkungan hidup.

Kepala KUA Mijen, Azmi Ahsan berbangga instansinya terpilih menjadi salah satu lokus kunjungan. Ia menegaskan, pelestarian lingkungan di lingkungan kerjanya bukan sekadar konsep dan wacana, melainkan wujud implementasi nyata.

"Ekoteologi tidak hanya sekedar konsep dan wacana tapi sudah di implementasikan (di KUA Mijen)," katanya dilansir keterangan resmi, Jumat (17/4/2026).

Salah satu narasumber, Zahrotun Nisa berharap agar tim pembina dapat memetik pelajaran berharga dari penerapan Green Office di KUA Mijen.

"Langkah inovatif dari Kementerian Agama ini diharapkan dapat melahirkan fasilitator kompeten yang mampu menggerakkan umat menuju aksi nyata penyelamatan bumi," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Respons Krisis Ekologi, Kemenag Semarang Siapkan Fasilitator Hijau

17 Apr 2026, 19:45 WIBNews