Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rumah Taruhannya! Ini Perbedaan Bau Tabung Gas Asli vs Oplosan
Ilustrasi barang bukti tabung gas yang dibawa polisi. (IDN Times/Daruwaskita)
  • Gas LPG murni aslinya tidak berwarna dan tidak berbau, namun Pertamina sengaja menambahkan zat ethyl mercaptan agar kebocoran mudah dideteksi lewat aroma belerang yang menyengat.

  • Tabung gas oplosan sering kali kehilangan aroma protektif ini karena zat kimianya rusak atau sengaja disuntik air, menjadikannya bom waktu tersembunyi di dapur.

  • Artikel ini mengupas tuntas perbedaan tajam aroma gas, 3 ciri fisik tabung ilegal, serta protokol penyelamatan darurat jika dapurmu mendadak bau gas.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Siapa sih yang gak merinding kalau mendengar berita tentang kebakaran rumah akibat tabung gas meledak? Tragisnya, musibah ini sering kali terjadi bukan karena pemilik rumah teledor saat memasak, melainkan karena mereka terjebak membeli tabung gas oplosan yang bocor tanpa disadari.

Para oknum nakal ini memindahkan isi gas secara ilegal demi meraup untung pribadi tanpa memikirkan nyawa konsumen.

Biar kamu dan keluarga terhindar dari bahaya laten ini, yuk pahami cara membedakan gas asli vs oplosan lewat indra penciuman dan penglihatan kita, ya!

Kenapa Gas LPG Sengaja Dibuat Bau Menyengat?

Rahmad Fauzi penjual gas elpiji di pangkalan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Secara alami, gas LPG (Liquefied Petroleum Gas) murni itu sebenarnya tidak memiliki warna dan tidak memiliki bau sama sekali. Kebayang gak kalau bocor tapi gak ketahuan? Pasti sangat berbahaya.

Oleh karena itu, demi alasan keselamatan, PT Pertamina sengaja menambahkan zat kimia khusus bernama ethyl mercaptan ke dalam cairan LPG. Zat inilah yang bertanggung jawab menghasilkan aroma belerang yang menusuk hidung. Tujuannya mulia: sebagai alarm instan agar indra penciuman kita bisa langsung mendeteksi kebocoran sekecil apa pun sebelum memicu ledakan besar.

Adu Aroma: Gas Asli Pertamina vs Gas Oplosan

Gas elpiji 3 kilogram yang dijual kepada masyarakat (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Saat terjadi kebocoran, jenis gas di dalam tabung akan langsung menunjukkan identitas aslinya melalui bau yang dikeluarkan:

  • Tabung Gas Asli Pertamina: Memiliki aroma belerang yang sangat tajam, konsisten, dan menusuk hidung. Bahkan jika kebocoran baru terjadi dalam skala mikro (sangat kecil), baunya akan langsung menyebar dan tercium stabil dari awal tabung dibuka hingga isinya habis.

  • Tabung Gas Oplosan: Aromanya cenderung hambar, samar-samar, atau justru aneh karena berbau minyak tanah dan bahan kimia lain. Mengapa bisa begitu? Salah satu modus paling sering dari pengoplos adalah menyuntikkan air ke dalam tabung. Air ini membuat zat mercaptan mengendap di dasar tabung. Akibatnya, saat gas bocor di paruh pertama pemakaian, baunya sama sekali tidak tercium. Ini yang bikin sangat berbahaya!

3 Ciri Fisik Tabung Gas Oplosan yang Wajib Diinspeksi

Ilustrasi Gas Elpiji 3 Kilogram. Doc. IDN Times

Selain mengandalkan penciuman, kamu juga wajib melakukan inspeksi visual pada tabung gas (terutama si "melon" 3 kg) sebelum membawanya pulang dari warung atau pangkalan:

1 Segel Penutup (Seal Cap) Ringkih

Segel resmi Pertamina selalu menggunakan plastik tebal berhologram yang terpasang presisi, rapat, dan rapi. Kebalikannya, tabung oplosan biasanya menggunakan plastik tipis tiruan yang longgar, warnanya agak kusam, atau bahkan hanya diakali menggunakan karet gelang dan isolasi hitam.

2 Karet Wadah (Rubber Seal) Rusak atau Longgar

Lubang katup pada tabung gas yang asli selalu dilengkapi dengan karet pelindung baru yang kenyal dan pas. Pada tabung ilegal, karet ini sering kali ditemukan dalam kondisi robek, longgar, atau bahkan kosong melongpong karena rusak tercungkil saat proses pemindahan gas secara paksa.

3 Bobot Tabung Tidak Sesuai Standar

Sebagai patokan, tabung gas 3 kg memiliki berat kosong sekitar 5 kg. Jadi, jika diisi penuh, total beratnya harus berkisar di angka 8 kg. Kamu patut curiga jika tabung terasa terlalu ringan (karena volumenya dikurangi) atau justru terasa terlalu berat yang tidak wajar akibat diisi air di dalamnya.

Langkah Darurat: Jangan Pernah Sentuh Sakelar Lampu!

ilustrasi sakelar listrik (freepik.com/pvp

PENTING: Jika kamu mendeteksi bau belerang menyengat di area dapur, jangan pernah menyalakan atau mematikan lampu, menyalakan korek, apalagi menghidupkan kompor! Percikan listrik sekecil apa pun dari sakelar lampu yang kamu tekan bisa langsung menyambar gas yang sudah telanjur memenuhi ruangan.

Langkah terbaik adalah segera cabut regulator gas, buka seluruh pintu dan jendela lebar-lebar agar sirkulasi udara berjalan, lalu segera bawa tabung gas tersebut ke area terbuka di luar rumah.

Memilih pangkalan resmi dan jeli melihat kondisi fisik tabung gas adalah langkah preventif terbaik untuk melindungi rumah dan orang-orang tercinta dari ancaman kebakaran.

Curated For You

Editorial Team

Related Article