Sejahterakan Pelayan Umat, Penerima Bisyaroh di Semarang Diperluas

- Pemerintah Kota Semarang akan memperluas bantuan operasional (bisyaroh) bagi para pelayan umat.
- Ditargetkan akan ada 10.297 penerima bantuan di tahun 2026.
- Langkah ini bertujuan untuk sejahterakan para pelayan umat di Kota Semarang.
Semarang, IDN Times - Pemerintah Kota Semarang akan memperluas jangkauan bantuan operasional (bisyaroh) bagi para pelayan umat. Ditargetkan akan ada 10.297 penerima bantuan di tahun 2026.
1. Penerima bisyaroh naik 56,7 persen

Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengatakan, langkah ini menjadi bukti keberpihakan pemerintah terhadap para penjaga moral dan kerukunan sosial di Ibu Kota Jawa Tengah.
“Tahun ini, jangkauan penerima bisyaroh meningkat sebesar 56,7 persen, dari 6.572 orang di tahun 2025 menjadi 10.297 penerima. Penambahan ini adalah bentuk kehadiran negara untuk para pendidik keagamaan, pengelola rumah ibadah, perawat jenazah, dan para pelayan umat yang telah mendedikasikan hidupnya menjaga harmoni sosial dan nilai-nilai ketuhanan di akar rumput. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan perhatian yang layak dari pemerintah daerah,” ungkapnya pada Upacara Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI di Halaman Balai Kota Semarang pada Sabtu (3/1/2026).
2. Kebijakan keagamaan sentuh pelayan masyarakat

Wawali juga menekankan bahwa kebijakan ini merupakan implementasi dari semangat "Umat Rukun, Indonesia Maju" yang menjadi tema besar HAB Kementerian Agama tahun ini. Menurutnya, stabilitas dan kedamaian Kota Semarang mustahil tercapai tanpa peran aktif para pelayan umat tersebut.
“Semangat Hari Amal Bhakti ke-80 ini sangat linier dengan komitmen Pemkot Semarang. Kebijakan keagamaan harus menyentuh langsung para pelayan masyarakat. Hubungan harmonis antara Kemenag dan Pemkot Semarang yang sudah terjalin baik akan terus kita perkuat melalui berbagai inovasi pelayanan agar manfaatnya makin terasa nyata oleh warga," katanya.
3. Bangun ekosistem sosial-keagamaan yang inklusif

Selain penguatan kesejahteraan, Iswar berharap peringatan HAB ke-80 ini juga menjadi refleksi bagi Pemkot Semarang untuk terus membangun ekosistem sosial-keagamaan yang inklusif di Kota Semarang.
“Inilah esensi Hari Amal Bhakti, yakni menghargai pengabdian, dan memastikan persaudaraan kita terus kokoh. Semoga semangat ini terus kita jaga sebagai fondasi pembangunan Kota Semarang," pungkasnya.


















