Semarang, IDN Times - Rekam jejak kepahlawanan dr Kariadi pada masa kolonial Belanda masih menarik untuk dikupas tuntas.
Bahkan, tim peneliti dari Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Seskoal TNI AL) melakukan penelitian bertajuk Kepemimpinan Kemanusiaan dr. Kariadi di Kota Pelabuhan: Studi Kasus Dedikasi Dokter di Tengah Konflik Maritim Pertempuran Lima Hari Semarang 1945.
Upaya penelitian dimulai dari Mako Lanal Semarang dengan video conference bersama cucu dr Kariadi, Desi Medianto.
Saat berbincang dari video conference, Desi mengutarakan bahwa pada 14 Oktober 1945 kakeknya gugur setelah ditembak tentara Jepang saat menjalankan tugas memeriksa isu dugaan peracunan Reservoir Siranda, sumber air bersih utama di Semarang.
"Itu kemudian menjadi salah satu pemicu meletusnya Pertempuran Lima Hari," ujarnya dalam keterangan yang diterima IDN Times, Selasa (7/8/2026).
Desi juga berharap proses pengusulan dr Kariadi sebagai pahlawan nasional dapat segera terealisasi setelah seluruh persyaratan administrasi dilengkapi.
Usai kegiatan di Lanal Semarang, rombongan yang terdiri enam perwira TNI AL melanjutkan penelitian ke RSUP dr. Kariadi Semarang. Tujuannya tak lain menggali data sejarah melalui peninjauan monumen serta audiensi dengan jajaran manajemen rumah sakit.
Pertemuan tersebut memperkuat pengumpulan referensi mengenai dedikasi dan nilai-nilai kepemimpinan kemanusiaan yang diwariskan dr. Kariadi bagi bangsa Indonesia.
Adapun jajaran direksi RSUP dr Kariadi yang hadir antara lain Dr Ninung Rose Diana Kusumawati, M.Si. Med, Sp.A(K) selaku Direktur Layanan Operasional RSUP dr. Kariadi; Sri Utami, SKM,MARS., Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian, Ir. Vivi Vira Viridianti Managemen Hukum Humas; dan dr. Najatullah, Sp.B.P.R.E., Komite Medik.
Melalui penelitian ini, Seskoal berupaya mendokumentasikan sekaligus mengangkat kembali keteladanan dr Kariadi sebagai sosok tenaga medis yang mengedepankan pengabdian kepada masyarakat di tengah situasi konflik, sehingga nilai perjuangan dan kepemimpinannya dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
