Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Tanam Bakau untuk Bangun Masa Depan: Bank Raya Ajak Ribuan Nasabah Selamatkan Laut lewat Transaksi Digital

ilustrasi mangrove dan pesisir (pexels.com/Tom Fisk)
ilustrasi mangrove dan pesisir (pexels.com/Tom Fisk)
Intinya sih...
  • Kolaborasi hijau dengan komunitas lokal
  • Transaksi digital berkontribusi nyata dalam pelestarian lingkungan
  • Hasil dari praktik ESG: pengurangan dampak operasional terhadap lingkungan dan peningkatan penyaluran kredit ke sektor UMKM dan usaha ramah lingkungan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Dalam rangka memperingati Hari Laut Sedunia, PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya)--bagian dari BRI Group--menggelar aksi nyata pelestarian lingkungan lewat program "Mission VGNZ Program (MVP) Aksi Tanam 1000 Kebaikan". Selain menanam ribuan pohon bakau, program tersebut dilakukan untuk mendorong literasi keuangan masyarakat pesisir dan pelaku UMKM dengan pendekatan digital yang ramah lingkungan.

Melalui program MVP , Bank Raya berhasil menanam 3.500 pohon bakau di kawasan pesisir Pantai Mangunharjo, Semarang, dengan melibatkan lebih dari 1.400 nasabah yang berpartisipasi melalui transaksi QRIS dan top-up e-wallet di aplikasi Raya App. Setiap transaksi yang dilakukan nasabah secara otomatis dikonversi menjadi kontribusi penanaman bakau sesuai kuota yang tersedia dalam periode promo 25--26 April dan 25--26 Mei 2025.

1. Kolaborasi hijau bersama komunitas

Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia saat penanaman simbolis di Pantai Mangunharjo Semarang. (Dok. Bank Raya)
Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia saat penanaman simbolis di Pantai Mangunharjo Semarang. (Dok. Bank Raya)

Kegiatan penanaman dilakukan bekerja sama dengan Yayasan Bakau Manfaat Universal (BakauMU) dan Kelompok Petani Ngebruk Lestari (KENARI), komunitas lokal yang fokus pada pelestarian lingkungan. Bakau yang ditanam tidak hanya berfungsi sebagai pelindung pantai dari abrasi, tetapi juga sebagai rumah baru bagi biota laut dan penyangga keseimbangan ekosistem pesisir pantura.

“Program ini bukan sekadar simbolis, tapi langkah konkret kami menjaga kelestarian lingkungan melalui pendekatan ESG (Environment, Social, and Governance). Kami ingin memberi dampak positif tidak hanya bagi nasabah, tapi juga bagi bumi yang kita tinggali bersama,” kata Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia, saat penanaman simbolis di Pantai Mangunharjo, Jumat (13/6/2025).

2. Transaksi digital berkontribusi nyata

Aplikasi Bank Raya Indonesia (dok. Bank Raya Indonesia)
Aplikasi Bank Raya Indonesia (dok. Bank Raya Indonesia)

Salah satu keunikan program itu adalah cara sederhana nasabah ikut menjaga lingkungan—cukup dengan bertransaksi melalui aplikasi Raya App. Setiap penggunaan QRIS atau top-up e-wallet dalam periode tertentu diubah menjadi aksi penanaman bakau. Program ini menjadi bagian dari strategi green banking Bank Raya yang menggabungkan transformasi digital dengan komitmen lingkungan.

Bank Raya juga menggandeng warga sekitar dan pelaku UMKM pesisir untuk mengikuti edukasi literasi keuangan digital, dengan harapan mereka dapat mengelola keuangan pribadi dan usaha lebih baik, sekaligus mengadopsi praktik usaha yang ramah lingkungan.

“Kami ingin masyarakat, khususnya pelaku UMKM, tidak hanya melek digital tapi juga melek lingkungan. Perubahan gaya hidup bisa dimulai dari hal-hal kecil seperti menggunakan layanan bank digital yang efisien dan ramah lingkungan,” tambah Bagus dalam keterangan resminya.

3. Hasil dari praktik ESG

ilustrasi Bank Raya Indonesia (dok. Bank Raya Indonesia)
ilustrasi Bank Raya Indonesia (dok. Bank Raya Indonesia)

Komitmen terhadap prinsip ESG tidak hanya berhenti di penanaman bakau. Sepanjang 2024, Bank Raya mencatat sejumlah capaian dalam pengurangan dampak operasional terhadap lingkungan, di antaranya

  • Penghematan air sebesar 8,47 persen

  • Pengurangan penggunaan kertas sebanyak 0,47 ton

  • Penurunan konsumsi BBM hingga 29,04 persen dibanding tahun sebelumnya

Dari sisi bisnis berkelanjutan, penyaluran kredit ke sektor UMKM dan usaha ramah lingkungan juga meningkat, dari Rp2,89 triliun pada 2023 menjadi Rp2,97 triliun pada 2024. Bank Raya pun telah mulai menghitung jejak karbon dari seluruh operasionalnya, menunjukkan keseriusan dalam mendukung transformasi menuju ekonomi hijau.

Sebagai pengakuan atas komitmennya, Bank Raya terpilih menjadi konstituen Indeks ESG Sector Leaders oleh Yayasan KEHATI dan Bursa Efek Indonesia.

“Langkah kami tak berhenti di sini. Kami akan terus mendorong pengurangan emisi, efisiensi energi, dan memperluas akses keuangan digital ramah lingkungan untuk seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” tutup Bagus.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us