Semarang, IDN Times - Pemerintah Kota Semarang terus memantau pergerakan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan. Upaya itu untuk memastikan kondisi inflasi agar stabil meski terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan.
Tekan Inflasi, Pemkot Semarang Akan Gelar Operasi Pasar Saat Ramadan

Intinya sih...
Pemkot Semarang memantau harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan
Operasi pasar akan dilakukan untuk menjaga stabilitas inflasi
Upaya dilakukan meski terdapat kenaikan harga komoditas
1. Gelar operasi pasar skala kecil
“Kita punya sistem alat pemantauan harga. Ya stabil, tapi terus kita pantau,” ujar Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, Selasa (17/2/2026).
Untuk mengantisipasi lonjakan harga yang lebih tinggi, Pemkot Semarang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan akan menggelar operasi pasar. Namun, operasi yang dilakukan bukan dalam skala besar, melainkan intervensi kecil yang menyasar langsung titik-titik perdagangan.
“Direncanakan Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan akan melakukan operasi pasar. Bukan operasi pasar besar, tapi operasi pasar kecil-kecil yang mengintervensi pasar dan spot-spot perdagangan,” jelasnya.
2. Pedagang tetap menjaga kewajaran harga
Agustina juga berpesan kepada para pedagang agar tetap menjaga kewajaran harga. Menurutnya, kenaikan harga yang terlalu tinggi berpotensi memicu inflasi berkepanjangan yang justru merugikan semua pihak.
“Jualan ya boleh saja jualan. Tapi kita harus memahami bahwa kalau kenaikan harga terlalu tinggi itu akan menimbulkan inflasi. Kalau inflasi dalam kurun waktu yang sangat panjang itu juga akan membuat ekonomi rontok. Kalau ekonomi rontok nggak ada orang punya uang, yang jualan juga nggak laku,” tegasnya.
Terkait usulan dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai penggratisan layanan transportasi BRT dan air bersih Perumda Air Minum (PDAM) sebagai upaya menekan inflasi, Agustina menyebut kebijakan tersebut bisa diterapkan jika inflasi sudah menyentuh angka tertentu.
3. Pastikan pembangunan infrastruktur dan penanganan banjir berjalan optimal
“Saya kira seperti tahun yang lalu, signifikan untuk menekan inflasi. Jika inflasi sudah mencapai angka tertentu memang akan dilakukan. Tapi ini sekarang kan masih kita pantau,” katanya.
Selain inflasi, Agustina juga menyinggung alokasi anggaran penanganan banjir dan lingkungan. Dirinya menyebut total anggaran untuk sektor lingkungan dan banjir mencapai Rp500 miliar, sementara anggaran infrastruktur secara keseluruhan sebesar Rp1,6 triliun.
“Yang lingkungan dan banjir itu Rp500 miliar. Infrastruktur-nya Rp1,6 triliun,” tandasnya.
Pemkot Semarang berharap dengan langkah antisipatif tersebut, stabilitas harga dan daya beli masyarakat tetap terjaga selama Ramadan, sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur dan penanganan banjir berjalan optimal.