Kebiasaan mengonsumsi konten melankolis atau sedih di TikTok secara terus-menerus bukan sekadar pelampiasan emosi biasa. Secara psikologis, hal ini dapat memicu fenomena yang disebut Kelelahan Empati (Compassion Fatigue) dan desensitisasi emosional.
Algoritma TikTok yang menyajikan puluhan video sedih berturut-turut dalam durasi singkat memaksa otak kamu melakukan validasi emosi secara instan dan berulang-ulang. Pada akhirnya, ritme ini justru merusak cara kamu memproses dan merespons emosi di dunia nyata.
Berikut adalah 4 bahaya tersembunyi dari kebiasaan tersebut.
