Semarang, IDN Times – Universitas Diponegoro (Undip) berhasil menduduki rangking ke-4 dalam pemeringkatan EduRank secara nasional yang dirilis bulan Maret 2026. Selain itu, 12 bidang keilmuan perguruan tinggi negeri (PTN) di Kota Semarang itu juga menempati peringkat pertama di Indonesia.
Undip Rangking 4 Edurank Nasional, 12 Bidang Keilmuan Peringkat Ke-1

1. Undip lampaui IPB dan Unair
Pada pemeringkatan PTN di EduRank, Undip berhasil melampaui universitas ternama di Indonesia yang masuk 10 besar seperti IPB, Unair, Unpad, UB, UNS dan Unhas. Adapun, di tingkat Asia, Undip berada di posisi ke-152.
Capaian tersebut menunjukkan Undip mampu bersaing kuat di tingkat Asia dan dunia. Tidak hanya kuat secara institusi, tetapi juga memiliki kedalaman dan keunggulan pada bidang-bidang keilmuan strategis.
Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo mengatakan, capaian ini merupakan refleksi dari konsistensi Undip dalam membangun ekosistem riset yang unggul dan berdampak.
“Capaian ini menunjukkan bahwa Undip tidak hanya berkembang secara kelembagaan, tetapi juga memiliki kekuatan akademik yang terukur dan diakui di berbagai bidang ilmu pada tingkat global. Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh civitas academica, karena pencapaian ini merupakan hasil kerja kolektif para dosen, peneliti, dan tenaga kependidikan yang terus mendorong peningkatan kualitas riset serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
2. 12 bidang keilmuan masuk rangking ke-1
Adapun, berikut ini 12 subjek atau bidang keilmuan di Undip yang masuk di rangking ke-1 nasional:
Law Enforcement (Peringkat Asia 7, Peringkat Dunia 149)
Intellectual Property and Patent Law (Peringkat Asia 15, Peringkat Dunia 157)
Public Policy / Administration (Peringkat Asia 6, Peringkat Dunia 174)
Human Rights Law (Peringkat Asia 10, Peringkat Dunia 253)
Criminology and Criminal Justice (Peringkat Asia 9, Peringkat Dunia 337)
Environmental Engineering (Peringkat Asia 125, Peringkat Dunia 363)
Environmental Chemistry (Peringkat Asia 253, Peringkat Dunia 746)
Animal Science (Peringkat Asia 2, Peringkat Dunia 34)
Nutrition and Food Science (Peringkat Asia 13, Peringkat Dunia 64)
Toxicology (Peringkat Asia 17, Peringkat Dunia 103)
Biochemical Engineering (Peringkat Asia 312, Peringkat Dunia 947)
Radiochemistry (Peringkat Asia 43, Peringkat Dunia 53)
Sementara itu, Wakil Rektor IV Undip Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik, Wijayanto, Ph.D. menyampaikan, capaian Undip ini menunjukkan konsistensi strategi penguatan riset dan kolaborasi global yang selama ini dijalankan.
“Tentu kami bangga dan bersyukur atas capaian ini. Keberhasilan itu mencerminkan bahwa arah pengembangan Undip sudah berada pada jalur yang tepat, khususnya dalam memperkuat ekosistem riset berbasis dampak dan memperluas jejaring internasional. Ke depan, kami akan terus mendorong peningkatan kualitas publikasi bereputasi, kolaborasi lintas negara, serta hilirisasi riset agar kontribusi UNDIP semakin nyata bagi masyarakat dan diakui di tingkat global,” katanya.
3. EduRank nilai kekuatan riset perguruan tinggi
EduRank sendiri merupakan lembaga pemeringkatan universitas global yang menilai kinerja perguruan tinggi berdasarkan kekuatan riset, dampak ilmiah, dan visibilitas digital. Berbeda dengan sistem pemeringkatan yang berbasis survei reputasi, EduRank menggunakan pendekatan berbasis data (data-driven) dengan menitikberatkan pada publikasi ilmiah, jumlah sitasi, serta kontribusi akademik yang terukur secara kuantitatif.
Hal ini menjadikan EduRank sebagai salah satu rujukan penting untuk melihat performa riil institusi dalam produksi dan pengaruh pengetahuan.
Sementara dalam metodologinya, EduRank mengolah data dari berbagai sumber terbuka seperti publikasi ilmiah global, indeks sitasi, serta jejak digital institusi. Penilaian dilakukan tidak hanya pada tingkat universitas secara keseluruhan, tetapi juga hingga level bidang dan sub-bidang ilmu yang sangat spesifik.
Keberhasilan ini menunjukkan kontribusi nyata dari berbagai program studi di Undip dalam menghasilkan riset berkualitas dan yang tak hanya berguna untuk kebutuhan lokal, namun juga bermanfaat untuk masyarakat global.