Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Viral! Bocah Yatim Jualan di Pinggir Jalan Demi Bantu Ibu yang Sakit
Novi Lenstari asal Solo yang Viral lantaran berjualan karna ibunya sakit. IDNTimes/Larasati Rey

Surakarta, IDN Times - Kisah Novia Lestari, seorang siswi kelas 6 SD viral di media sosial. Diusianya yang masih kecil ia terpaksa berjualan seorang diri di tepi Jalan Adi Sucipto, Karangasem, Solo, Jawa Tengah.

Ia memutuskan berjualan lantaran ingin membantu ibunya yang sedang sakit-sakitan. Setiap hari, ia naik bus dari rumah neneknya di Paulan, Colomadu, Karanganyar untuk berjualan makanan ringan dan pakaian anak.

1. Kisah Novia viral di media sosial

Novi Lestari, saat berjualan di tepi jalan Adi Sucipto, Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

Kisah siswi SD Paulan, Colomadu, Karanganyar tersebut viral setelah diunggah akun Instagram @christsetyawan dan diunggah ulang oleh akun @mlampahsolo.

Saat ditemui oleh IDNTimes, Novi mengaku tak menyangka jika dirinya viral di media sosial, setiap hari ia berjualan usai pulang sekolah. Ia berangkat dengan menaiki bus BST dari rumahnya ke lokasi tersebut.

"Setiap hari libur gitu jualan mulai pukul 09.00 WIB. Tapi kalau masuk sekolah mulainya pukul 11.00 WIB. Jualannya kadang sampai jam 17.00 WIB, kadang lebih cepat kalau sudah habis," katanya, Sabtu (1/1/22).

Setelah viral tersebut, banyak masyarakat yang datang dan membeli dagangannya, tak jarang ia menerima uang lebih dari para pembeli. Dalam sehari, Novi bisa mendapatkan uang Rp140 ribu jika dagangannya habis. Namun biasanya dia juga mendapatkan tambahan uang dari orang dermawan hingga Rp100 ribu.

Novi mengaku sudah mulai berjualan sejak beberapa bulan terakhir. Dia mengaku berjualan lantaran ingin membantu ibunya yang sedang sakit.

"Ibu sakit vertigo, kalau sehat kerjanya pijat dan Bapak (Aman Gantiarro) sudah tidak ada tiga tahun lalu karena sakit jantung," ungkapnya.

2. Berjualan karena kemauan sendiri

Novi Lestari, saat berada di rumahnya di Ketelan, Solo. IDNTimes/Larasati Rey

Sementara itu ibunda Novi, Sumarti (46) mengatakan tidak pernah memaksa anak bungsunya tersebut untuk berjualan. Ia mengaku berjualan atas keinginan sendiri.

"Jadi sejak saya sakit-sakitan itu Novi bilang ingin berjualan dan membantu ibu gitu, dia bilang sendiri," ungkapnya.

Dirinya bahkan sering meminta Novi untuk tidak berjualan lantaran ia khawatir, mengingat Novi masih kecil dan lokasi berjualan terbilang di kawasan yang sepi. "Saya sudah sering minta sudah tidak usah berjualan, biar ibu saja yang kerja, tapi anaknya tidak mau katanya mau membantu ibu gitu," jelas Sumarti.

Lebih lanjut, Sumarti mengatakan Novi sendiri merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Novi, sejak kecil tinggal di Ketelan, Banjarsari, Solo, bersama ibu dan dua saudaranya.

Namun saat TK ia tinggal bersama neneknya di Paulan lantaran rumah yang ditempati tersebut sudah tak layak huni karena sering bocor hingga membasahi seluruh bagian rumah. Sumarti mengatakan rumah tersebut merupakan rumah magersari yang ia tempati bersama Almarhum suaminya, Aman Gantiarto sejak 20 tahun lalu.

Rumah berukuran 1,2 meter x 6 meter tersebut dulunya merupakan akses jalan yang kemudian ditutup oleh pemilik lahan.

"Disini sudah 20 an tahun, kalau kakak-kakak Novi sudah berkeluarga semua yang tinggal ada yang di Paulan dan disini, kalau di sini semua kan ndak muat rumahnya kecil," katanya.

3. Pernah akan diculik

Novi Lestari bersama ibunya saat ada di rumahnya di Ketelan, Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

Lebih lanjut, Sumarti mengaku tidak ingin membiarkan Novi berjualan sendiri, ia ingin segera sehat dan bisa kembali mencari nafkah. Pasalnya, khawatir saat anak bungsunya tersebut berjualan di tepi jalan, dulu sempat ada yang ingin mencoba menculik Novi. Namun karena ada temannya, pelaku tersebut lansung kabur.

"Jadi dulu waktu jualan ada bapak-bapak memanggil-manggil Novi, sini-sini sambil melambaikan tangan, terus ada sudah masih SMP waktu itu berani, terus diteriaki 'Kowe ngopo to pak, lungo o kono!' (Kamu ngapa pak, pergi sana) kata temennya gitu, terus orangnya pergi," ceritanya.

Meski pernah akan jadi korban penculikan, Novi mengaku tak kapok untuk berjualan. Ia mengaku tulus membantu ibunya. "Tidak kapok, ya saya niatnya berjualan," katanya.

Novi sendiri memiliki cita-cita untuk terus bisa melanjutkan sekolah. Bahkan dia ingin mewujudkan cita-citanya menjadi dokter.

Curated For You

Editorial Team

Related Article