Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Volume Melonjak, Sampah di TPS Semarang Tak Terangkut Saat Lebaran

Volume Melonjak, Sampah di TPS Semarang Tak Terangkut Saat Lebaran
Petugas DPU Kota Semarang membersihkan sampah di drainase saat banjir. (dok. DPU Kota Semarang)
Intinya Sih
  • Volume sampah di Kota Semarang melonjak hingga 1.000 ton per hari saat Lebaran, menyebabkan banyak TPS mengalami overload dan penumpukan sampah.
  • Pengangkutan sampah tidak dilakukan penuh pada hari pertama dan kedua Lebaran karena petugas juga libur, meski sebelumnya sudah dioptimalkan untuk mengurangi penumpukan.
  • Setelah dua hingga tiga hari pasca-Lebaran, kondisi pengangkutan kembali normal dan volume sampah stabil di kisaran 900 hingga 1.000 ton per hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Semarang, IDN Times - Meningkatnya volume sampah di Kota Semarang saat Lebaran menyebabkan banyak sampah tidak terangkut dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang mencatat jumlah sampah mencapai 1.000 ton per hari.

1. TPS alami overload

tempat pembuangan sementara, sampah
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama jajaran mendatangi lahan alternatif yang akan dimanfaatkan untuk tempat pembuangan sementara (TPS) sampah di Muktiharjo Kidul. (dok. pemkot Semarang)

Kepala DLH Kota Semarang, Glory Nasarani mengatakan, sejumlah TPS mengalami overload atau kelebihan kapasitas saat Lebaran. Bahkan, terjadi penumpukan sampah di lokasi tersebut.

Berdasarkan data yang ada sejak tanggal 18 hingga 20 Maret, jumlah sampah yang masuk ke TPA Jatibarang mencapai di atas 1.000 ton per hari.

"Volume sampah saat Lebaran lebih dari hari biasa. Di TPA sempat tercatat 1.000 ton per hari," ungkapnya, Jumat (3/4/2026).

Lebih lanjut Glory menjelaskan, tingginya volume sampah membuat sampah di TPS tidak terangkut secara optimal selama hari libur Lebaran.

2. Pengangkutan sampah tidak dilakukan secara penuh

banjir, banjir semarang, drainase, genangan air
Petugas DPU Kota Semarang membersihkan sampah di drainase saat banjir. (dok. DPU Kota Semarang)

Kondisi itu karena, pengangkutan sampah memang tidak dilakukan secara penuh saat hari pertama dan kedua Lebaran. Terutama pada saat hari raya, pengangkutan tidak dilakukan 100 persen.

"Ini karena petugas juga menjalankan hari libur. Namun, pada malam sebelum Lebaran, pengangkutan sudah dioptimalkan untuk mengurangi penumpukan," terangnya.

Adapun, lonjakan volume sampah telah terjadi sejak sebelum Lebaran seiring meningkatnya aktivitas rumah tangga. Sampah yang dihasilkan didominasi oleh jenis organik dari kegiatan memasak dan konsumsi masyarakat.

"Mulai tanggal 18 sampai 20, rata-rata sampah yang masuk ke TPA Jatibarang di atas 1.000 ton per hari, bahkan berkisar antara 1.080 hingga 1.090 ton per hari," terang Glory.

3. Volume sampah sudah stabil

sampah, sampah semarang, dlh semarang
Tumpahan sampah yang berceceran di sekitar Jalan Sultan Agung, Kota Semarang usai hari Lebaran viral di media sosial, Selasa (24/3/2026). (dok. DLH Kota Semarang)

Sementara itu, pengangkutan kembali dilakukan secara bertahap pada hari kedua Lebaran. TPS yang sebelumnya mengalami overload mulai dibersihkan, meski dibutuhkan waktu untuk menormalkan kondisi.

“Penumpukan sampah di TPS juga dipengaruhi perilaku masyarakat yang membuang sampah tidak langsung ke dalam kontainer. Akibatnya, sampah menumpuk di luar dan membutuhkan waktu tambahan untuk diangkut," jelasnya.

Adapun, kondisi sampah mulai berangsur normal sekitar dua hingga tiga hari setelah Lebaran kedua.

"Volume sampah saat ini kembali stabil di kisaran 900 hingga 1.000 ton per hari," tandas Glory.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More