Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Waduh! PT Victory Apparel Semarang Bayar Pesangon Buruh Skema 0,5 Kali
Suasana pabrik PT Victory Apparel Indonesia, Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • PT Victory Apparel Semarang membayar pesangon skema 0,5 kali kepada lebih dari 200 buruh terdampak PHK, berbeda dengan permintaan Said Iqbal agar dibayarkan 1 kali.
  • Ketua serikat Lusi menyebut nominal pesangon tidak memperhitungkan masa kerja dan penghargaan masa kerja; buruh dengan pengabdian puluhan tahun menerima kurang dari Rp50 juta.
  • Serikat menilai skema tersebut merugikan pekerja dan mengungkap dugaan intimidasi saat pembayaran. Operasional PT Victory Apparel disebut hanya berlangsung hingga Oktober 2026, sementara manajemen tidak berkomentar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
3 Agustus 2026

Ketua Serikat Pekerja PT Victory Apparel, Lusi, menyatakan perusahaan membayar pesangon buruh terdampak PHK dengan skema 0,5 kali. Sejumlah buruh yang dirumahkan mulai menerima transfer dengan nominal tersebut.

Oktober 2026

Operasional PT Victoria Apparel dijadwalkan hanya berlangsung sampai bulan ini.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    PT Victory Apparel Semarang membayarkan pesangon kepada lebih dari 200 buruh terdampak PHK dengan skema 0,5 kali, tanpa perhitungan masa kerja dan komponen lain menurut serikat pekerja.
  • Who?
    Lebih dari 200 buruh PT Victory Apparel Semarang menerima pesangon. Ketua Serikat Pekerja Lusi menyampaikan keberatan, sementara perwakilan manajemen Fironikha Susyanti belum memberikan keterangan kepada media.
  • Where?
    Pembayaran pesangon berlangsung di lingkungan PT Victory Apparel Semarang. Lokasi rinci pabrik per saat ini masih belum diketahui.
  • When?
    Lusi menyampaikan kondisi tersebut pada Senin, 3 Agustus 2026. Sejumlah buruh yang telah dirumahkan mulai menerima transfer pesangon pada periode ini.
  • Why?
    Manajemen menerapkan skema 0,5 kali yang disebut Lusi mengacu pada UU Cipta Kerja. Serikat meminta pesangon satu kali serta uang penghargaan masa kerja.
  • How?
    Pesangon ditransfer kepada buruh dengan nominal 0,5 kali dan disamaratakan menurut Lusi. Salah satu bukti transfer menunjukkan pembayaran Rp43.476.693; serikat juga melaporkan adanya intimidasi saat pembayaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah PHK, mulai ditransfernya pesangon kepada lebih dari 200 pekerja menunjukkan adanya realisasi kompensasi bagi buruh terdampak sebelum operasional berakhir pada Oktober 2026. Meski nominalnya dipersoalkan serikat, pembayaran tersebut setidaknya memberi kepastian bahwa kompensasi telah mulai disalurkan kepada pekerja yang dirumahkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Jajaran manajemen pabrik PT Victory Apparel Semarang tetap memberikan uang pesangon bagi ratusan buruh yange terkena PHK dengan skema 0,5 kali. 

Keputusan pesangon ini bertolak belakang dengan permintaan dari Penasehat Khusus Presiden (PHP) Bidang Ketenagakerjaan Said Iqbal mengenai ketentuan pesangon harus diberikan dengan sistem 1 kali. 

"Perusahaan tidak mau memberikan hak-hak buruh sesuai seperti yang disampaikan Pak Said Iqbal," ungkap Ketua Serikat Pekerja PT Victory Apparel, Lusi.

Ia menyoroti bahwa sejumlah anggota serikatnya yang sudah dirumahkan juga mulai menerima transfer pesangon. 

Namun, nominal yang diterima tetap mengacu pada skema 0,5 kali. Pemberian pesangon 0,5 tersebut, katanya tanpa memperhitungkan masa kerja maupun komponen lain.

"Seharusnya kalau menurut pemerintah dan juga pacuan dari undang-undang itu harusnya satu kali dan juga ada uang penghargaan masa kerja. Cuman kenapa justru disamaratakan semua. Masa yang kerja setahun sama 20 tahun sama," ujarnya, Senin (3/8/2026). 

Ia menuturkan akibat pemberian pesangon skema 0,5 kali maka para buruh yang memiliki masa kerja puluhan tahun hanya memperoleh pesangon kurang dari Rp50 juta. 

Berdasarkan bukti transfer pesangon yang dikirimkan Lusi, salah satu buruh hanya mendapatkan Rp43.476.693.

Ia bilang ketentuan skema pesangon 0,5 kali merupakan aturan UU Cipta Kerja. Sehingga menurutnya ini jelas-jelas merugikan pekerja yang telah mengabdi puluhan tahun, karena seluruh buruh diperlakukan sama tanpa melihat masa kerja.

Selain itu, total ada 200 lebih buruh PT Victory Apparel yang memperoleh pesangon sebanyak 0,5 kali. Ia menganggap ada intimidasi ketika pesangon hendak dibayarkan kepada para buruh. 

Untuk operasional PT Victoria Apparel hanya sampai Oktober 2026. Di sisi lain Perwakilan manajemen PT Victoria Apparel, Fironikha Susyanti, enggan memberikan pernyataan kepada media.

Curated For You

Editorial Team

Related Article