Sejumlah civitas akademika kompak tolak kekerasan seksual. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama UIN Walisongo Semarang, Ummul Baroroh mengingatkan kepada para dosen maupun pimpinan rektorat agar jangan berlaku seenaknya kepada bawahan terutama mahasiswi.
"Kita todak boleh mentolelir bullying tidak boleh mentolelir perundungan ataupun kekerasan seksual. Di dalam Islam ada kemuliaan pada ketaqwaannya. Bukan karena dia dosen seenaknya dengan mahasiswa. Bukan karena pimpinan maka seenaknya pada bawahannya. Kita semua sama kedudukannya di mata Allah SWT," tegasnya.
Lebih jauh, ia berkata adanya persoalan kekerasan seksual yang mencuat kali ini tidak diinginkan semua pihak. Ia mengecam tindakan dosen yang mengirim chat mesum ke mahasiswi tersebut.
"Kita membencinya. Kalau ada kekerasan seksual maka meluas pada tindakan bullying. Harapannya kita musti aware peduli terhadap kasus itu. Kita musti mencegahnya. Memang budaya patriarki masih menghegemonie pada masyarakat kita. Tapi kita perlu bersama mengubah budaya tersebut. Kita yang sudah terdidik belajar konstruksi agama maka perlu memahami dengan tafsir yang baru, dengan pola pikir yang baru," urainya.