Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Wakil Walikota Solo Raih Penghargaan Most Outstanding Women 2026
Penyerahan penghargaan The Most Outstanding Women 2025 kepada Wakil Walikota Solo, Astrid Widayani. (Dok/Istimewa)
  • Astrid Widayani, Wakil Wali Kota Surakarta, meraih penghargaan The Most Outstanding Women 2026 kategori Government/Legislative pada acara Infobank di Wisma Batari, Surakarta.
  • Wamen PPPA Veronica Tan menegaskan perjuangan perempuan Indonesia masih panjang dan perlu penguatan ekonomi agar akses serta kesempatan mereka semakin setara.
  • Astrid menyoroti peran besar perempuan dalam ekonomi Solo, dengan sekitar 60% UMKM dikelola perempuan, dan Pemkot terus mendukung lewat pelatihan serta akses permodalan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surakarta, IDN Times – Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, meraih penghargaan The Most Outstanding Women 2026 dalam Malam Apresiasi Infobank 500 Most Outstanding Women 2026 yang digelar di Wisma Batari, Surakarta, Jumat (17/4/2026). Dalam ajang tersebut, Astrid masuk kategori Most Outstanding Woman in Government / Legislative.

Acara ini juga dihadiri Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Veronica Tan, yang turut memberikan sambutan terkait pentingnya pemberdayaan perempuan di Indonesia.

1. Perjuangan perempuan masih panjang

Penyerahan penghargaan The Most Outstanding Women 2025 kepada Wakil Walikota Solo, Astrid Widayani. (Dok/Istimewa)

Dalam sambutannya, Veronica Tan menegaskan bahwa perjuangan perempuan Indonesia belum selesai dan masih membutuhkan penguatan, khususnya di bidang ekonomi.

“Perjalanan kita masih panjang. Ini Kartini kedua saya sebagai wakil menteri,” ujarnya.

Menurutnya, semangat Kartini tidak hanya soal emansipasi, tetapi juga keberanian perempuan untuk memperjuangkan cita-cita yang berdampak luas bagi masyarakat.

“Perempuan harus punya akses dan kesempatan yang setara. Peran di rumah juga besar, tapi belum dihitung secara ekonomi,” tegasnya.

2. Pemberdayaan harus dimulai dari keluarga

Penyerahan penghargaan The Most Outstanding Women 2025 kepada Wakil Walikota Solo, Astrid Widayani. (Dok/Istimewa)

Veronica juga menyoroti masih banyak perempuan yang berada dalam kondisi rentan, terutama dari sisi ekonomi. Ia menilai, pemberdayaan perempuan harus dilakukan secara konkret dan dimulai dari lingkup terkecil.

“Masalah utamanya ekonomi. Karena itu, pemberdayaan harus konkret, dimulai dari keluarga dan desa,” katanya.

3. Perempuan jadi penggerak ekonomi Solo.

Penyerahan penghargaan The Most Outstanding Women 2025 kepada Wakil Walikota Solo, Astrid Widayani. (Dok/Istimewa)

Menanggapi hal tersebut, Astrid Widayani menegaskan komitmen Pemerintah Kota Surakarta dalam mendorong perempuan agar semakin berdaya dan berperan aktif dalam pembangunan.

“Perempuan harus berani mandiri, meningkatkan kapasitas, dan mengambil peran strategis. Di Solo, kami dorong perempuan naik kelas melalui UMKM dan ekonomi kreatif,” ujar Astrid.

Ia menambahkan, peran perempuan di Kota Surakarta sangat signifikan dalam menggerakkan ekonomi. Dari lebih dari 43 ribu UMKM yang ada, sekitar 60 persen dikelola oleh perempuan.

Menurut Astrid, kontribusi tersebut menjadikan perempuan sebagai tulang punggung ekonomi keluarga sekaligus ekonomi kota. Pemkot Surakarta pun terus memperkuat peran ini melalui pelatihan, pendampingan, hingga akses permodalan bagi pelaku usaha perempuan.

Editorial Team