Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Waspada Hujan Petir dan Gelombang Tinggi di Jateng Selatan Pekan Ini

petir
ilustrasi petir (pexels.com/Matheus Rocha)
Intinya sih...
  • BMKG memperingatkan hujan lebat, petir, dan gelombang tinggi di Jateng Selatan.
  • Wilayah Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya berpotensi diguyur hujan setiap hari.
  • Nelayan dan pelaku wisata bahari diminta menunda aktivitas laut karena gelombang mencapai 4-6 meter.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Cilacap, IDN Times – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang membayangi wilayah Jawa Tengah bagian selatan. Masyarakat diminta mewaspadai hujan lebat disertai petir serta ancaman gelombang tinggi di samudera yang mencapai 6 meter dalam beberapa hari ke depan.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung, Teguh Wardoyo, menyebutkan bahwa wilayah Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang setiap hari. Namun, puncak hujan lebat disertai petir diprediksi terjadi pada akhir pekan ini.

"Hujan lebat disertai petir dapat memicu genangan, angin kencang lokal, hingga risiko sambaran petir. Kami imbau warga tidak berada di ruang terbuka atau dekat sungai saat cuaca buruk," ujar Teguh, Rabu (28/1/2026).

BMKG saat ini tengah memantau Bibit Siklon Tropis 98S yang terdeteksi di Samudera Hindia selatan Banten. Meski bergerak menjauhi wilayah Indonesia dan peluangnya menjadi siklon tropis tergolong rendah, dampaknya tetap memengaruhi dinamika atmosfer di wilayah Jateng selatan. Sebelumnya, wilayah ini juga terdampak tidak langsung oleh Siklon Tropis Luana yang memicu angin kencang.

Selain cuaca di darat, BMKG memberikan peringatan serius bagi sektor maritim untuk periode 28–29 Januari 2026. Perairan Selatan Jateng: Tinggi gelombang diprediksi 2,5–4 meter (kategori tinggi). Samudera Hindia Selatan Jateng: Tinggi gelombang mencapai 4–6 meter (kategori sangat tinggi).

Mengingat kecepatan angin yang dapat mencapai 45 km/jam, nelayan dan pelaku wisata bahari diminta untuk sementara waktu menunda aktivitas di laut. "Kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi sangat penting. Selalu pantau informasi terbaru dari BMKG untuk mengurangi risiko," pungkas Teguh.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Indonesia Runner-up ASEAN Paragames Thailand 2025, Atlet Jateng Lampaui Target

29 Jan 2026, 08:04 WIBNews