Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

98 Persen Area Disisir, Keberadaan Pendaki Hilang di Mongkrang Masih Misteri

Potret Puncak Mongkrang, Jawa Tengah
Potret Puncak Mongkrang, Jawa Tengah (IDN Times/Ernia Karina)
Intinya sih...
  • 98% area disisir, pendaki hilang di Mongkrang masih belum ditemukan setelah 10 hari pencarian.
  • Sekda Jawa Tengah memberikan dukungan moral kepada keluarga Yazid, sementara tim SAR melibatkan 300 personel dan teknologi drone dalam operasi pencarian.
  • Kendala utama adalah cuaca ekstrem dan kabut tebal yang menyulitkan proses identifikasi petunjuk, sehingga operasi diperpanjang hingga Rabu.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Karanganyar, IDN Times – Misteri hilangnya Yazid Ahmad Firdaus (26), pendaki asal Colomadu di Bukit Mongkrang, lereng Gunung Lawu, hingga kini belum terpecahkan. Memasuki hari ke-10 pencarian pada Selasa (27/1/2026), tim gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan penyintas meski telah menyisir hampir seluruh area.

Berikut adalah poin-poin terkini dari proses pencarian besar-besaran di Tawangmangu:

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, meninjau langsung posko pendakian Mongkrang untuk memantau progres pencarian. Dalam kunjungan tersebut, Sumarno menemui Sapto Mulyono, ayah Yazid, yang setia menanti kabar putranya setiap hari di basecamp.

"Kami memberikan dukungan moral kepada keluarga agar tetap bersabar dan terus mendoakan keselamatan Yazid," ujar Sumarno.

Koordinator Lapangan Basarnas Surakarta, Tri Puji S, menjelaskan bahwa operasi ini melibatkan sedikitnya 300 personel gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, hingga relawan. Selain penyisiran darat oleh masyarakat lokal yang memahami medan, tim juga mengerahkan teknologi drone untuk memantau area curam yang sulit dijangkau manusia.

Meski tim mengklaim telah menyisir 98 persen lokasi yang dicurigai, hasilnya masih nihil. Kendala utama di lapangan adalah cuaca ekstrem dan kabut tebal yang seringkali menutup jarak pandang, sehingga menyulitkan proses identifikasi petunjuk sekecil apa pun.

Operasi SAR yang seharusnya berakhir pada Minggu (25/1/2026) telah diperpanjang hingga Rabu (28/1/2026). Tri Puji menegaskan bahwa tim akan melakukan upaya maksimal di hari terakhir ini sebelum dilakukan evaluasi total.

"Besok pagi adalah batas akhir perpanjangan. Kami terjunkan seluruh anggota untuk pencarian besar-besaran. Jika tetap nihil, kami akan mengevaluasi hasilnya dan melaporkan kepada pimpinan untuk langkah selanjutnya," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Tingkat Keaktifan Kepesertaan JKN di Kota Semarang Capai 85 Persen

28 Jan 2026, 17:35 WIBNews