Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WFH di Jateng: Pindah ke Transportasi Umum Diklaim Ngirit BBM Rp50 M
Sebuah Bus Trans Jateng mandek di halte trayek Gubug-Godong. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Semarang, IDN Times - Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Tengah menyebutkan pelaksanaan work from home (WFH) yang diberlakukan minggu depan bagi para ASN bisa turut mempengaruhi penghematan bahan bakar minyak (BBM). 

Menurut Sekretaris Dinas Perhubungan Jateng, Dahyan Iswahyudi, jika WFH telah berjalan, maka pihaknya telah memiliki armada Trans Jateng di tujuh koridor yang dapat digunakan untuk mobilitas masyarakat. 

Tarif pelajar, mahasiswa, buruh, sampai difabel hanya Rp1.000 dan sudah dipersiapkan sejak lama.

"Memang kami sebenarnya tidak tiba-tiba ada kebijakan ini terus kami baru menyiapkan, tidak begitu. Sekali lagi ini sebagai wujud untuk mengkampanyekan untuk lebih sering menggunakan angkutan umum," tuturnya. 

Sehingga ia mengklaim menurut survei Dishub Jateng yang dilakukan dua kali dalam setahun, perpindahan masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi hampir mencapai 60 persen.

Ia pun mendukung aturan WFH bagi ASN agar beralih menggunakan transportasi umum. Adanya penghematan BBM, katanya bisa mengurangi kemacetan, dan dampak lainnya. 

"Jadi masyarakat sudah memilih angkutan umum utamanya Trans Jateng, yang tadinya menggunakan kendaraan pribadi. Bahkan kami sudah pernah menghitung berapa sih penghematan BBM dalam setahun, itu kurang lebih hampir Rp50 miliar," tegasnya.

Untuk keluhan masyarakat dimana terdapat beberapa kendaraan umum yang kurang layak menunjang mobilitas, ia mendorong dan mengedukasi kepada para pengusaha angkutan umum. 

"Jadi Pak Gub mendorong kepada para pengusaha angkutan umum dan sebagainya bahwa Trans Jateng bisa menjadi role model atau patokan kendaraan umum yang memiliki tingkat safety ganda. Jadi kami lebih menekankan pada faktor keselamatan, kenyamanan, dan keterjangkauan,"katanya.

Keluhan lain mengenai pelayanan sopir yang kurang ramah atau profesional, pihaknya menekankan BLUD Trans Jateng selalu menerapkan SOP. Sehingga jika terdapat pengemudi yang membuat penumpang merasa tidak nyaman ,akan langsung diberikan surat peringatan (SP).

"Termasuk on time performance atau ketepatan waktu, kami selalu menjaga itu. Jadi on time performance cukup bagus diatas 90 persen walaupun di Trans Jateng ini dalam kondisi dimana traficnya bercampur dengan lalu lintas yang lain. Kami menjaga jarak antar kendaraan itu per 15 menit dan on time performance menurut hasil survey kami juga diatas 90 persen," ujarnya.

Editorial Team