Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Suhu Dieng Minus! 5 Perlengkapan Wajib Tangkal Hipotermia saat Berburu Embun Upas
Wisatawan berkemah di bukit skuter kawasan dataran tinggi Dieng, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (3/7). (ANTARAFOTO/Anis Efizudin)
  • Suhu di Dataran Tinggi Dieng turun hingga di bawah nol derajat Celsius, memunculkan fenomena Embun Upas yang menarik banyak wisatawan.
  • Cuaca ekstrem ini berisiko menyebabkan hipotermia, sehingga wisatawan diimbau mempersiapkan perlengkapan khusus untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil.
  • Lima perlengkapan penting meliputi pakaian dalam termal, kupluk wol, sarung tangan windproof, kaos kaki wol dengan sepatu gunung, serta termos berisi minuman hangat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Suhu Dieng Minus! 5 Perlengkapan Wajib biar Gak Kena Hipotermia saat Berburu Embun Upas

Wonosobo, IDN Times - Dataran Tinggi Dieng kembali menunjukkan pesona magisnya, Lur! Memasuki puncak musim kemarau di tahun 2026 ini, suhu udara di kawasan Dieng dilaporkan merosot tajam hingga menembus minus derajat Celsius. Penurunan suhu ekstrem ini memicu kemunculan fenomena alam yang paling ditunggu-tunggu wisatawan, yaitu Embun Upas atau embun racun—fenomena hamparan kristal es menyerupai salju yang menyelimuti rumput dan tanaman di sekitar Kompleks Candi Arjuna.

Meskipun pemandangannya sangat eksotis ala musim dingin di Eropa, Sedulur jangan sampai abai dengan keselamatan, ya! Suhu di bawah 0°C berpotensi besar memicu hipotermia ekstrem bagi tubuh yang tidak terbiasa dengan cuaca dingin gunung. Mengandalkan jaket tebal atau outer modis saja ternyata tidak akan cukup untuk menahan gempuran angin malam Dieng yang menusuk tulang.

Biar petualanganmu berburu fenomena es berjalan aman dan bebas dari ancaman hipotermia, yuk catat 5 perlengkapan wajib selain jaket tebal yang harus kamu bawa ke Dieng berikut ini, Lur!

1. Pakaian Dalam Termal atau Thermal Underwear / Long Johns

ilustrasi pria mengenakan jaket tebal (unsplash.com/Leon Skibitzki)

Banyak pemula salah kaprah dengan langsung memakai jaket tebal tanpa memedulikan lapisan pakaian paling dalam (base layer). Padahal, kunci utama menjaga kehangatan tubuh adalah menahan panas alami tubuh agar tidak menguap keluar.

Mengapa Ini Wajib? Pakaian dalam termal atau long johns dirancang ketat melekat di kulit untuk mengisolasi panas tubuh secara maksimal. Pilih bahan sintetis (seperti polypropylene) atau wol merino yang memiliki kemampuan mengalirkan keringat dengan cepat.

Larang keras menggunakan kaos dalam berbahan katun biasa, karena katun cenderung menyerap dan menyimpan kelembaban (keringat), yang justru akan membuat tubuhmu terasa jauh lebih dingin saat diterpa angin subuh.

2. Kupluk Wol Tebal atau Balaclava atau Penutup Telinga

ilustrasi windproof balaclava (pexels.com/Mara Andrade)

Tahukah Sedulur bahwa sekitar 10% hingga 15% panas tubuh manusia menguap dan hilang melalui area kepala? Membiarkan kepala dan telinga terbuka di tengah suhu minus Dieng adalah kesalahan fatal.

Mengapa Ini Wajib? Telinga dan hidung merupakan bagian tubuh terluar yang paling sensitif terhadap radang dingin (frostbite). Menggunakan kupluk berbahan wol tebal atau masker balaclava (masker ninja) akan melindungi area wajah, leher, dan telinga dari paparan langsung angin malam yang super dingin saat kamu menunggu matahari terbit.

3. Sarung Tangan dengan Fitur Windproof atau Kulit

Ilustrasi sarung tangan (unsplash.com/eskay lim)

Saat suhu merosot di bawah nol derajat, tubuh secara otomatis akan mengalirkan darah hangat menuju organ-organ vital di dada dan perut. Efeknya, bagian ujung jari tangan dan kaki akan menjadi area pertama yang terasa beku dan kaku.

Mengapa Ini Wajib? Jangan gunakan sarung tangan kain tipis biasa karena angin dingin masih bisa menembus pori-porinya dengan mudah. Investasikan bujetmu untuk membeli sarung tangan yang memiliki lapisan penahan angin (windproof) atau berbahan kulit dengan lapisan dalam berbahan fleece.

4. Kaos Kaki Wol Dobel dan Sepatu Gunung atau Trekking Shoes

ilustrasi trekking shoes (unsplash.com/Julia Koblitz)

Embun es atau Embun Upas biasanya terbentuk di atas permukaan tanah dan rerumputan yang basah pada dini hari. Salah memilih alas kaki bisa membuat kakimu mati rasa dalam hitungan menit.

Mengapa Ini Wajib? Hindari menggunakan sandal jepit, sepatu kanvas tipis, atau flat shoes. Gunakan sepatu gunung (trekking shoes) yang memiliki sol tebal dan bahan luar yang tahan air (waterproof). Selain itu, pakailah kaos kaki berbahan wol tebal secara berlapis (dobel) untuk memastikan jari-jari kakimu tetap hangat selama berdiri di area lapangan candi.

5. Termos Kecil Berisi Air Panas atau Madu bisa juga Jahe

ilustrasi termos (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Perlindungan tubuh tidak hanya dilakukan dari luar, melainkan juga harus didukung dari dalam tubuh melalui asupan cairan hangat secara berkala.

Mengapa Ini Wajib? Udara dingin yang kering sering kali membuat kita tidak merasa haus, padahal tubuh sebenarnya sedang mengalami dehidrasi ringan. Membawa termos kecil berukuran travel yang berisi air jahe hangat, teh manis, atau air madu akan menjadi penyelamat instan saat tubuhmu mulai menggigil. Meminum cairan hangat bisa langsung menaikkan suhu inti tubuh secara cepat dari dalam.

Nah, itulah 5 perlengkapan wajib selain jaket tebal yang tidak boleh tertinggal di dalam tas kopermu saat hendak berkunjung ke Dieng. Dengan persiapan fisik dan perlengkapan yang matang, momen berburu indahnya Embun Upas dijamin akan terasa seru, nyaman, dan bebas dari drama medis. Selamat berlibur dan jaga kesehatan selalu, Sedulur!

Curated For You

Editorial Team

Related Article